Banner 480

Tampilkan postingan dengan label Artikel Perkebunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Perkebunan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Cara Menanam Durian di Lahan Kosong

Cara Menanam Durian di Lahan Kosong
Duren atau durian siapa yang tidak suka, ketika musim duren tiba betapa banyaknya buah ini dijual dipinggir jalan,makin hari makin mahal buah durian, pohon buah tahunan ini sudah terbilang agak langka, dulu disini disumatera duren paling mudah didapat tapi pohon durian yang ada sudah semakin tidak produktif lagi, buah yang dihasilkan mulai sedikit belum lagi cuaca yang tidak jelas.


Ada baiknya kita pikirkan dari sekarang untuk mencoba menanam durian dilahan kosong yang tidak terpakai, ya klo mikir waktu berbuah mungkin males mikirnya enak belibuahnya dipasar tapi ada baiknya kita tetep menjaga bumi ini dengan tanaman tahunan seperti durian sebagai penyumbang oksigen bumi ini yang terasa amat panas.


Mau belajar dan tergerak hati untuk menghijaukan bumi mulailah dari yang kecil sampe sekala besar dengan menanam pohon durian. Bibit waktu kita beli durian pasti ada yang bagus selain warnnya kuning seperti durian petruk dan montong, dari situ kita bisa jadikan bakal bibit tinggal nantinya kita pakai tehnik grafting atau menyambung tunas dengan durian bangkok.






Berikut Cara Menanam Durian :


SYARAT PERTUMBUHAN DURIAN
Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl,intensitas cahaya 40-50 %, dengan suhu 22-30 0C, curah hujan ideal 1.500 - 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 - 7.


PEMBIBITAN
Pilih bibit tanaman yang subur, segar, sehat, daun banyak, batang kokoh, bebas hama & penyakit, percabangan 2-4 arah dan ada tunas baru


PERSIAPAN LAHAN
Pembukaan lahan sebaiknya pada musim kemarau. Bersihkan alang-alang dan gulma lain serta tanaman keras yang mengganggu masuknya sinar matahari. Lahan miring sebaiknya dibuat terasering. Buat saluran-saluran pembuangan air.


JARAK TANAM
Jarak tanam yang umum 8 x 12 m atau 10 x 10 m


TANAMAN PELINDUNG
Skala luas di tempat terbuka mutlak diperlukan tanaman pelindung,misal lamtoro,turi,gamal,sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan.


LUBANG TANAM
Buat lubang tanam ukuran 50 cm2. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama + 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang matang 20 kg + 5 gr Natural GLIO + 10 kg Dolomit sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam.


PENANAMAN
Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk lalu siramkan setiap pohon atau siramkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air per pohon.


PENGAIRAN
Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanaman berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Penyiraman paling baik pagi hari.


PEMANGKASAN
Pangkas terhadap tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.


PEMUPUKAN
Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat.
Pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi.
Waktu pemupukan pupuk kandang sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman.


Siramkan pupuk organik SUPERNASA (0-3 thn) dan POWER NUTRITION (diatas 3 thn) dengan cara sesuai di atas . Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot.


PEMBUAHAN DI LUAR MUSIM
Caranya mengatur pembungaan di setiap pohon durian per blok, yaitu jika menginginkan panen durian bulan Agustus - November, maka sekitar bulan Maret tanaman pada blok diberi pupuk 1,5-2 kg NPK + 1 sendok makan POWER NUTRITION per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali. Selain itu kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika waktu pengeringan turun hujan, tanah di sekeliling tanaman dalam radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air. Setelah bunga mekar dan menjadi buah atau 2 bulan setelah bunga mekar, tanaman diberi pupuk NPK dosis 0,5 - 1 kg per tanaman. Setelah terbentuk buah, usahakan tanaman tidak mengeluarkan tunas daun karena dapat menyebabkan terjadinya perebutan unsur hara antara buah dan daun, sehingga perlu disiram POWER NUTRITION lagi (1 botol untuk 30-50 pohon).


PENYERBUKAN
Tidak semua bunga bisa menjadi buah karena bunga durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga tidak banyak serangga penyerbuk. Selain itu juga tidak semua bunga durian muncul secara bersamaan, padahal penyerbukan berhasil jika serbuk sari dan kepala putik harus matang secara bersamaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penyerbukan buatan, caranya sapukan kuas halus pada bunga mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan varietas yang lain.


PERAWATAN BUAH
Penyeleksian buah setelah berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik, jarak ideal buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Untuk mencegah kerontokan buah setelah buah berumur 10 hari sejak terbentuk, lebih bagus jika diberikan pupuk makro NPK (0,5-1 kg/pohon) ditambah POWER NUTRION (1 botol untuk 30-50 pohon).


PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
1. Penggerek Batang (Batocera sp. , Xyleutes sp.)
Menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Pengendalian; sanitas kebun, potong dan musnahkan batang, dahan, atau ranting yang parah terserang, tutup bekas lubang gerekan dengan kapas yang sudah diberi PESTONA + POC NASA atau disemprotkan.


2. Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis )
Gejala buah menjadi busuk berulat dan akhirnya rontok. Semprotkan sejak awal dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 sejak buah berumur 1 minggu, Gunakan perangkap Natural METILAT.


3. Kutu Putih ( Pseudococus sp.)
Hama ini menyerang dengan mengisap cairan dan bisa sebagai pembawa penyakit embun jelaga dan penyebaran dibantu semut. Gejala serangan daun keriting dan merana, sehingga bunga dan buah bisa rontok. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.


4. Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.)
Ketiga ulat menyerang dengan cara memakan daun sehingga berlubang dan rusak. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.


5. Penyakit Kanker Batang (Phytophthora palmivora)
Gejala serangan adanya luka yang mengeluarkan lendir warna merah pada kulit batang bagian bawah dekat tanah. Setelah batang busuk, pucuk-pucuk tanaman akan mengering, daun layu dan rontok, dan akhirnya mati. Pengendalian dengan sanitasi kebun, memperlebar jarak tanam, menekan gulma, pemangkasan, sejak awal sebelum tanam sebarkan Natural GLIO atau oleskan pada batang yang luka kemudian tutup dengan parafin, kerok batang terserang sampai warna coklat tidak kelihatan kemudian semprot PESTONA + POC NASA.


6. Penyakit Busuk Akar (Jamur Fusarium sp.)
Jika dibelah, pada bagian korteks akan tampak warna coklat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak coklat. Tanaman yang terserang dimusnahkan dan dibakar serta bekas lubang tanam ditaburi kapur + Natural GLIO, perbaiki sistem drainase serta sejak awal pakai Natural GLIO sebagai pencegahan.


7. Penyakit Bercak Daun (Jamur Colletotrichum sp.)
Gejala adanya bercak-bercak besar kering pada daun tanaman yang akhirnya berlubang. Potong daun terserang, semprotkan Natural GLIO + POC NASA sebagai pencegahan gunakan fungisida berbahan aktif tembaga.


8. Penyakit Jamur Upas (pink disease)
Gejala munculnya cairan kuning pada bagian batang terserang dan diselimuti dengan benang-benang jamur berwarna mengkilat berbentuk seperti laba-laba sehingga menyebabkan kematian pada batang. Potong bagian terserang, kurangi kelembaban, Oleskan Natural GLIO + POC NASA pada bagian terserang atau fungisida berbahan aktif tembaga


9.Penyakit Akar Putih (JamurRigodoporus lignosus)
Daun kuning kemudian coklat sebelum akhirnya mengerut dan gugur. Buang semua tanaman inang dari areal kebun, gunakan Natural GLIO sebagai pencegahan.


10. Penyakit Busuk Buah ( Jamur Phytophthora sp.)
Gejala adanya bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk dan pada bagian terserang terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih. Gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai tindakan pencegahan, sanitasi kebun.


Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki


PEMANENAN
Waktu panen berbeda tergantung jenis varietas. Jenis monthong sekitar 125 - 135 hari setelah bunga mekar, jenis chanee sekitar 110 - 116 hari setelah bunga mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar.


Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Cara penen dengan memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah. 


Semoga bermanfaat.

Sabtu, 01 September 2012

Budidaya Tanaman Albasia


Hal yang pertama dilakukan saat membudidayakan albasia adalah melakukan penyiapan lahan. Setelah mendapatkan bibit, maka lahan harus dipersiapkan supaya bibit yang ditanam dapat tumbuh maksimal. Penyiapan lahan pada dasarnya adalah membersihkan lahan dari tumbuhan atau komponen lainnya yang mengganggu pertumbuhan, sehingga pembersihan tersebut dapat memberikan ruang tumbuh bagi tanaman kita. Pembersihan lahan pertama dengan melakukan penebasan semak belukar serta padang rumput. Selanjutnya adalah melakukan pengolahan lahan dengan mencangkul atau membajaknya supaya struktur tanah dapat terbaikan. 

Setelah pengolahan lahan dilakukan, hal berikutnya adalah penanaman. Penanaman dilakukan dengan pembuatan dan pemasangan ajir tanam. Siapkan bambu atau kayu dengan ukuran panjang 0,5 - 1 m, lebar 1 - 1,5 cm. Pengajiran dilakukan untuk memberi tanda dimana bibit harus ditanam, maka pengajiran harus sesuai dengan jarak tanamnya. Setelah pengajiran adalah pembuatan lobang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang. Pelaksanaan penanaman harus dilakukan dengan hati-hati, supaya bibitnya tidak rusak. Penempatan bibit harus tepat pada tengah-tengah lobang tanam dan akarnya tidak boleh terlipat karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibitnya di kemudian hari.

Jika penanam telah selesai dilakukan dengan benar, maka selanjutnya tinggal memberikan perawatan. Perawatannya dengan melakukan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemangakasan, serta penjarangan. Hal tersbut dilakukan secara bertahap seiring dengan proses pertumbuhan tanaman.

Penyulaman dilakukan dengan penggantian tanaman-tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman baru yang baik. Pada sekitar 2-4 minggu pertama seteah penanaman dilakukan penyulaman, penyulaman berikutnya atau yang kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama atau sebelum tanaman berumur satu tahun. Pengantian bibit baru akan membuat pertumbuhan bibit pengganti tertinggal dengan bibit yang lainnya yang tidak diganti, maka untuk mencegah hal ini bibit pengganti haruslah bibit yang baik dengan pemeliharaan yang lebih intensif. 

Bagian lain dari perawatan tanaman adalah melakukan penyiangan yang bertujuan untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu seperti gulma dan tumbuhan liar dan juga membebaskan bibit-bibit oenyakit yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman pokok. Penyiangan dilakukan dengan membrsihakan tanaman pengganggu disekitar tanaman pkok agar kerja akar dalam menyerap unsur hara berjalan dengan optimal. Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun awal sejak penanaman supaya tanaman albasia tidak kerdil. Pembersihan juga dilakukan pada awal musim hujan karena gulma banyak tumbuh pada awal musim hujan.

Pendangiran juga dilakukan untuk menggemburkan tanah disekitar tanaman. Untuk membuang cabang-cabang pohon yang tidak berguna maka lakukanlah pemangkasan, supaya nutrisi yang disalurkan tidak terbuang percuma.

Hal lain yang juga penting dalam perawatan tanaman adalah penjarangan. Penjarangan bertujuan ntuk memberikan ruang tumbuh bagi tanaman. Penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 2-4 tahun. Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 % dari jumlah pohon awal, kedua sekitar 40% dari jumlah pohon setelah perlakuan penjarangan pertama. Penjarangan dilakukan dengan menebang pohon-pohon albasia selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman

Daur tebang tanaman albasia biasanya sekitar lima tahunan, maka perawatan dan pemeliharaannya juga selama 5 tahun yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman. Penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang dapat dilakukan pada tahun pertama sampai tahun ketiga. Penjarangan dilakukan pada tahun keempat, Prosentase dan frekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ada.
source : MITRABIBIT

Jumat, 24 Agustus 2012

Pohon Angsana, Banyak Manfaatnya Banyak Pula Rezekinya


Sering berteduh di bawah pohon yang ada di pinggiran jalan? Pohon tersebut tinggi dengan ranting dan cabang yang juga menjulang tinggi disertai daun hijau yang tampak segar. Jika sering, maka bisa jadi pohon tersebut adalah pohon angsana. Pterocarpus indicus Willd atau biasa kita sebut Angsana merupakan tanaman yang berasal dari Malaysia namun sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini banyak ditanaman di pinggiran jalan sebagai tanaman peneduh. 

Pohon angsana ini tersebar alami di Asia Tenggara sampai Kepulauan Pasifik. Dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis sehingga banyak dibudidayakan oleh negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Birma, dll. Angsana merupakan jenis pionir yang tumbuh baik di daerah terbuka dan dapat tumbuh diberbagai tipe tanah, dari yang subur sampai yang berbatu. Pada ketinggian 600-1300 m dpl sering ditemukan jenis tanaman ini. Namun karena eksploitasi yang berlebihan, di Indonesia tanaman jenis ini digolongkan pada tanaman yang terancam punah, bahkan di Vietnam, populasinya sudah punah sejak 300 tahun yang lalu. 

Pemanfaatan tanaman ini kebanyakan adalah pada kayunya. Kayunya bernilai tinggi karena lumayan keras, dan biasanya digunakan sebagai bahan baku mebel halus, lemari, lantai, dan alat musik. Daun-daunnya juga mengikat nitrogen sehingga dierkomendasikan sebagai tanaman untuk sistem agroforestri. 

Pohon meranggas ini dapat mencapai tinggi sepuluh sampai empat puluh meter dengan diameter batangnya sebesar dua meter. Kayunya mengeluarkan eksudat merah gelap yang disebut ‘kino’ atau darah naga. Bentuk daunnya bulat telur memanjang, ujungnya meruncing, tumpul dan mengkilat. Bunganya muncul dari ujung ranting, berbunga lumayan banyak serta buahnya berbentuk polong.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh tanaman ini adalah mampu menyerap polusi udara lebih besar dibandingkan dengan pohon-pohon peneduh lainnya. Selain manfaat ekologisnya, kulit batang, daun, dan getahnya dapat digunakan sebagai obat herbal. Kulit kayunya dapat menyembuhkan batu ginjal dan sariawan mulut. Daun dan getahnya dapat digunakan sebagai obat kencing manis, bisul, dan luka luar.

Manfaatnya yang banyak itulah yang menjadikan pohon Angsana sempat dinyatakan tanaman yang terancam punah. Namun kini banyak orang yang mulai membudidayakannya karena selain banyak manfaatnya, harga jual dipasaran juga tergolong tinggi. Tidak hanya kayunya saja yang dapat dipanen, getah, daun, dan kulit kayunya juga dapat kita panen dan dijadikan produk herbal. Maka dari itu, angsana mempunyai potensi yang tidak kalah besar dibanding tanaman-tanaman kayu yang lain.

Bibit angsana berkualitas dengan harga bersaing dapat Anda Pesan di CV MITRA BIBIT

Jumat, 10 Agustus 2012

CARA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT YANG BAIK

CARA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT YANG BAIK

Untuk memperoleh tanaman kelapa sawit yang berkualitas, salah satunya adalah dengan melaukan pembibitan yang benar. Karena proses pembibitan ini aka sangat berpengaruh terhadap kualitas dan rpoduksi dari tanaman kelapa sawit dikemudian harinya. Oleh karena itu berikut adalah cara pembibitan kelapa sawit yang baik.

I. Persyaratan Benih
Benih yang baik untuk bibit kelapa sawit harus berasal dari indukan yang jelas dan berkualitas baik. Saat ini di Indonesia terdapat 6 (enam) produsen benih resmi dalam negeri yang menyediakan benih untuk bibit kelapa sawit yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT London Sumatera (Lonsum), PT Socfin, PT Tunggal Yunus Estate, PT Dami Mas Sejahtera dan PT Bina Sawit Makmur.

Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini telah mengalami proses introduksi yang sedemikian rupa dan berulang-ulang sehingga menghasilkan kualitas sangat baik, berasal dari indukan yang jelas asal usulnya seperti Delidura dan bapak Pisifera.

II. Pengecambahan Benih

1. Cara yang biasa dilakukan oleh PPKS Medan
a. Melepaskan tangkai buah dari spikeletnya.
b. Waktu pemeraman tandan buah dilakukan selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. Kemudian pisahkan buah dari tandannya dan diperam lagi selama tiga hari.
c. Proses yang dilakukan untuk memisahkan daging buah dari bijinya, buah dimasukkan kedalam mesin pengaduk. Kemudian cuci biji yang dihasilkan dengan menggunakan air, setelah itu masukkan kedalam larutan Dithane M-45 0,2% selama kira-kira tiga menit. Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam.
d. Proses selanjutnya semua benih yang telah ditreatment disimpan di dalam suatu ruangan tertentu yang telah diatur bersuhu berkisar 27ºC dan kelembaban berkisar 60-70% sebelum dikecambahkan.


2. Cara lainnya
a. Melakukan perendaman biji dalam air selama 6 – 7 hari, penggantian air dilakukan secara rutin setiap hari, lalu rendam dalam larutanDithane M - 45 0,2% selama lebih kurang dua menit, selanjutnya biji dikeringanginkan.
b. Biji yang telah selesai ditreatment dimasukkan kedalam kaleng pengecambahan dan ditempatkan dalam ruangan dengan temperatur berkisar 39ºC dan kelembaban berkisar 60 – 70% selama enampuluh hari. Selanjutnta setiap tujuh hari benih dikeringanginkan selama tiga menit.
c. Setelah enampuluh hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 – 30% dan dikeringanginkan lagi. Masukkan biji ke dalam larutanDithane M – 45 0,2% selama lebih kurang dua menit.
d. Selanjutnya benih disimpan diruangan dengan suhu yang sudah diatur berkisar 27ºC. Setelah sepuluh hari benih berkecambah, pada hari ke 30 tidak digunakan lagi.


III. Teknik Pembibitan Benih Berkecambah
Secara umum terdapat dua teknik pembibitan yaitu cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan cara langsung tanpa dederan. Lahan pembibitan dibersihkan, diatur perataannya dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Ada beberapa model jarak tanam biji dipembibitan yaitu 50 x 50 cm, 60 x 60 cm, 65 x 65 cm, 70 x 70 cm, 80 x 80 cm, 85 x 85 cm, 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Kebutuhan bibit per hektar dapat diketahui berkisar antara 12.500 sampai 25.000 butir tergantung jarak tanam yang akan digunakan. Sebelumnya agar disiapkan dan disesuaikan segala persyaratan yang diperlukan seperti yang sudah disampaikan dalam gambaran umumpersyaratan tumbuh dalam tulisan sebelumnya.

1. Cara tak langsung
a. Dederan
Kecambah dimasukkan ke dalampolybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1,5 – 2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah di tanam dan dibenamkan sedalam dua cm. Tanah di polybag harus selalu terjaga kelembabannya. Simpanpolybag dibedengan dengan diameter berkisar 120 cm. Setelah berumur 3 – 4 bulan dan berdaun emapat sampai lima helai bibit dipindahkan kemudian ditanam ke pembibitan.
b. Pembibitan
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0,1 mm yang berisi 15 – 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Polybag disusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas.

2. Cara langsung
Cara ini pada prinsipnya untuk melakukan penghematan terutama dalam hal penggunaan tenaga dan biaya. Kkecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada cara pembibitan.

IV. Pemeliharaan pembibitan/penyemaian 

1. Tindakan pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan.
a. Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 – 8 mm. Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiappolybag.
b. Gulma yang tumbuh dicabut atau disemprot dengan herbisida setiap tiga bulan. Penyiangan dilakukan 2 – 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Pemulsaan adalah cara lain untuk mencegah gulma dengan cara menaburkan serasah di polybagsekaligus upaya mempertahankan kelembaban.
c. Proses penyeleksian bibit yang tumbuh abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Proses seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan.
d. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan, diberikan urea atau pupuk majemuk.

2. Pemberian pupuk di pembibitan
a. Umur bibit 4 – 5 minggu larutan urea 0,2%, 3 – 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.
b. Umur bibit 6 – 7 larutan urea 0,2%, dosis 4 – 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.
c. Umur bibit 8 – 16 minggu ;rustica 15.15.6.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
d. Umur bibit 17 – 20 minggu,rustica 12.12.17.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
e. Umur bibit 21 – 28 minggu,rustica 12.12.17.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
f. Umur bibit 29 – 40 minggu,rustica 12.12.17.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
g. Umur bibit 41 – 48 minggu,rustica 12.12.17.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.


V. Pembiakan dengan Kultur Jaringan
Bahan pembiakan berupa sel akar biasa disebut sebagai metode Inggris dan sel daun biasa disebut sebagai metode Perancis. Metode ini mampu memperbanyak bibit tanaman dengan tingkat produksi tinggi dengan skala yang besar dan pertumbuhan tanaman seragam. 


VI. Seleksi Bibit
Proses penyeleksian bibit dilakukan sebanyak dua kali yaitu penyeleksian di pembibitan pendahuluan/dederan dan pembibitan utama. Tanaman-tanaman yang tidak memenuhi standar kebutuhan seperti bentuknya yang abnormal dibuang, ciri-ciri :
a. Postur bibit terkulai
b. Postur bibit kerdil, tidak tumbuh sempurna
c. Postur bibit meninggi dan kaku
d. Terkena serangan penyakit
e. Bentuk anak daun tidak tumbuh sempurna
f. Anak daun tidak membelah dengan sempurna

silahkan anda mencobanya, semoga artikel ini adapat bermanfaat bagi yang membacanya….

Selasa, 31 Juli 2012

MANFAAT DAN PERAN PUPUK ORGANIK DALAM DUNIA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

MANFAAT DAN PERAN PUPUK ORGANIK DALAM DUNIA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

Menurut Presiden Direktur PT Indo Acidatama, Budhi Moeljono di Bandung, ketika peluncuran pupuk organik mikrobia berimbang (POMI), penggunaan pupuk organik harus diupayakan lebih murah daripada pupuk kimia. Perkiraan biaya penggunaan pupuk kimia sekitar Rp 900.000 per hektar per musim tanam. Melalui pupuk organik mikrobia berimbang, biaya itu dapat ditekan menjadi sekitar Rp 700.000 per hektar per musim tanam. Jumlah POMI yang dibutuhkan adalah 500 kilogram pupuk padat ditambah 15 liter pupuk cair per hektar.

Penggunaan pupuk organik perlu didorong untuk memulihkan kondisi tanah, selain juga meningkatkan produktivitas lahan dan kesehatan manusia. Hasil panen padi rata-rata di Indonesia yang menggunakan pupuk kimia 5-6 ton gabah kering panen (GKP) per hektar per musim tanam. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan hasil panen menjadi 8-10 ton GKP per hektar per musim tanam. Di negara maju seperti China dan Jepang, lahan yang menggunakan pupuk organik bahkan dapat menghasilkan hampir tiga kali lipat dari panen rata-rata di Indonesia dengan pupuk kimia saat ini.

Subsidi pupuk organik

Pada tahun 2008, pemerintah memberikan subsidi pupuk organik sekitar Rp 250 miliar. Ibarat pisau, bisnis pupuk organik mulai diasah pemerintah. Alasannya mungkin karena pasarnya memang ada, atau karena lahan petani memang membutuhkan pupuk organik. Yang pasti, pengelolaan subsidi pupuk organik tidak sesederhana mengelola pupuk anorganik yang telah dilengkapi dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebab, kualitaspupuk organik sangat bervariasi tergantung bahan dasar, kadar air, dan cara pembuatannya.

Ada beberapa masalah yang mungkin dihadapi petani dalam penggunaan pupuk organik, yaitu:
Pupuk organik bisa menyita modal petani apabila kualitasnya tidak kelas sehingga pupuk tersebut kurang bermanfaat.

Volume penggunaannya per hektar lahan yang besar, yaitu lebih dari 1 ton/ ha pupuk organik akan menimbulkan masalah pengangkutan dari pabrik ke desa, dan dari pinggir jalan ke lahan petani, serta kebutuhan tenaga kerja yang banyak untuk mencampurkannya secara merata di permukaan tanah. Permasalahan tersebut akan berujung pada kesulitan modal kerja, dan bisa-bisa berakhir pada keengganan petani menggunakan pupuk organik.

Upaya penambahan unsur hara (N, P, K) dengan mencampurkan pupuk pabrik dalam proses pembuatan pupuk organik yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik pembeli, berisiko meningkatkan kerancuan kualitas.

Manfaat pupuk organik bukan sebagai penambahan hara tanah, kecuali beberapa jenis hara mikro, tetapi yang utama adalah memperbaiki kesuburan fisik dan biologi tanah.

Penambahan mikrobia tanah pada pupuk organik bisa menimbulkan masalah. Secara teoritis, hal ini akan memperkaya tanah dengan mikrobia yang bermanfaat, namun perlu diwaspadai: (a) apakah proses pembuatan, waktu penyimpanan dan pengangkutan pupuk organik tersebut tidak akan berpengaruh negatif terhadap efektifitas mikrobia? (b) bagaimana mendeteksi kualitas dan kuantitas mikrobia tersebut dalam rangka uji mutu? (c) apa yang akan terjadi ketika mikrobia tambahan tersebut bercampur dengan mikrobia lokal?
MANFAAT DAN PERAN PUPUK ORGANIK DALAM DUNIA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

PENANAMAN DAN PERAWATAN TANAMAN KAKAO



Kakao, merupakan salah satu perkebunan yang berpeluang besar keuntungan berlipat ganda, oleh karena itu perkebunan ini diminati oleh banyak petani. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka perlu beberapa cara mengenai pembibitan dan perawatan tanaman kakao ini. Untuk itu berikut adalah cara penanaman dan perawatan kakao.
1.pembibitan
· Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok
· Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan
· Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari
· Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan
· Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag

2. Tanam Bibit
· Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun
· Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa
· Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
· Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)

3. Pemeliharaan Tanaman
· Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon
· Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali.
· Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik.
Nah silahkan mencoba cara penanaman dan perawatan kakao diatas, semoga bermanfaat.

CARA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT YANG BAIK

CARA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT YANG BAIK



Untuk memperoleh tanaman kelapa sawit yang berkualitas, salah satunya adalah dengan melaukan pembibitan yang benar. Karena proses pembibitan ini aka sangat berpengaruh terhadap kualitas dan rpoduksi dari tanaman kelapa sawit dikemudian harinya. Oleh karena itu berikut adalah cara pembibitan kelapa sawit yang baik.


I. Persyaratan Benih
Benih yang baik untuk bibit kelapa sawit harus berasal dari indukan yang jelas dan berkualitas baik. Saat ini di Indonesia terdapat 6 (enam) produsen benih resmi dalam negeri yang menyediakan benih untuk bibit kelapa sawit yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT London Sumatera (Lonsum), PT Socfin, PT Tunggal Yunus Estate, PT Dami Mas Sejahtera dan PT Bina Sawit Makmur.
Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini telah mengalami proses introduksi yang sedemikian rupa dan berulang-ulang sehingga menghasilkan kualitas sangat baik, berasal dari indukan yang jelas asal usulnya sepertiDelidura dan bapak Pisifera.

II. Pengecambahan Benih


1. Cara yang biasa dilakukan oleh PPKS Medan
a. Melepaskan tangkai buah dari spikeletnya.
b. Waktu pemeraman tandan buah dilakukan selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. Kemudian pisahkan buah dari tandannya dan diperam lagi selama tiga hari.
c. Proses yang dilakukan untuk memisahkan daging buah dari bijinya, buah dimasukkan kedalam mesin pengaduk. Kemudian cuci biji yang dihasilkan dengan menggunakan air, setelah itu masukkan kedalam larutan Dithane M-45 0,2% selama kira-kira tiga menit. Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam.
d. Proses selanjutnya semua benih yang telah ditreatment disimpan di dalam suatu ruangan tertentu yang telah diatur bersuhu berkisar 27ºC dan kelembaban berkisar 60-70% sebelum dikecambahkan.


2. Cara lainnya
a. Melakukan perendaman biji dalam air selama 6 – 7 hari, penggantian air dilakukan secara rutin setiap hari, lalu rendam dalam larutan Dithane M - 45 0,2% selama lebih kurang dua menit, selanjutnya biji dikeringanginkan.
b. Biji yang telah selesai ditreatment dimasukkan kedalam kaleng pengecambahan dan ditempatkan dalam ruangan dengan temperatur berkisar 39ºC dan kelembaban berkisar 60 – 70% selama enampuluh hari. Selanjutnta setiap tujuh hari benih dikeringanginkan selama tiga menit.
c. Setelah enampuluh hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 – 30% dan dikeringanginkan lagi. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M – 45 0,2% selama lebih kurang dua menit.
d. Selanjutnya benih disimpan diruangan dengan suhu yang sudah diatur berkisar 27ºC. Setelah sepuluh hari benih berkecambah, pada hari ke 30 tidak digunakan lagi.


III. Teknik Pembibitan Benih Berkecambah
Secara umum terdapat dua teknik pembibitan yaitu cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan cara langsung tanpa dederan. Lahan pembibitan dibersihkan, diatur perataannya dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Ada beberapa model jarak tanam biji dipembibitan yaitu 50 x 50 cm, 60 x 60 cm, 65 x 65 cm, 70 x 70 cm, 80 x 80 cm, 85 x 85 cm, 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Kebutuhan bibit per hektar dapat diketahui berkisar antara 12.500 sampai 25.000 butir tergantung jarak tanam yang akan digunakan. Sebelumnya agar disiapkan dan disesuaikan segala persyaratan yang diperlukan seperti yang sudah disampaikan dalam gambaran umum persyaratan tumbuh dalam tulisan sebelumnya.


1. Cara tak langsung
a. Dederan
Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1,5 – 2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah di tanam dan dibenamkan sedalam dua cm. Tanah di polybag harus selalu terjaga kelembabannya. Simpan polybag dibedengan dengan diameter berkisar 120 cm. Setelah berumur 3 – 4 bulan dan berdaun emapat sampai lima helai bibit dipindahkan kemudian ditanam ke pembibitan.
b. Pembibitan
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0,1 mm yang berisi 15 – 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Polybagdisusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas.


2. Cara langsung
Cara ini pada prinsipnya untuk melakukan penghematan terutama dalam hal penggunaan tenaga dan biaya. Kkecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada cara pembibitan.


IV. Pemeliharaan pembibitan/penyemaian 


1. Tindakan pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan.
a. Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 – 8 mm. Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiap polybag.
b. Gulma yang tumbuh dicabut atau disemprot dengan herbisida setiap tiga bulan. Penyiangan dilakukan 2 – 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Pemulsaan adalah cara lain untuk mencegah gulma dengan cara menaburkan serasah di polybag sekaligus upaya mempertahankan kelembaban.
c. Proses penyeleksian bibit yang tumbuh abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Proses seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan.
d. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan, diberikan urea atau pupuk majemuk.


2. Pemberian pupuk di pembibitan
a. Umur bibit 4 – 5 minggu larutan urea 0,2%, 3 – 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.
b. Umur bibit 6 – 7 larutan urea 0,2%, dosis 4 – 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.
c. Umur bibit 8 – 16 minggu ; rustica 15.15.6.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
d. Umur bibit 17 – 20 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
e. Umur bibit 21 – 28 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
f. Umur bibit 29 – 40 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
g. Umur bibit 41 – 48 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.


V. Pembiakan dengan Kultur Jaringan
Bahan pembiakan berupa sel akar biasa disebut sebagai metode Inggris dan sel daun biasa disebut sebagai metode Perancis. Metode ini mampu memperbanyak bibit tanaman dengan tingkat produksi tinggi dengan skala yang besar dan pertumbuhan tanaman seragam. 


VI. Seleksi Bibit
Proses penyeleksian bibit dilakukan sebanyak dua kali yaitu penyeleksian di pembibitan pendahuluan/dederan dan pembibitan utama. Tanaman-tanaman yang tidak memenuhi standar kebutuhan seperti bentuknya yang abnormal dibuang, ciri-ciri :
a. Postur bibit terkulai
b. Postur bibit kerdil, tidak tumbuh sempurna
c. Postur bibit meninggi dan kaku
d. Terkena serangan penyakit
e. Bentuk anak daun tidak tumbuh sempurna
f. Anak daun tidak membelah dengan sempurna


silahkan anda mencobanya, semoga artikel ini adapat bermanfaat bagi yang membacanya….

Minggu, 29 Juli 2012

BUDIDAYA TANAMAN BUNGA MATAHARI YANG BENAR

BUDIDAYA TANAMAN BUNGA MATAHARI YANG BENAR

Bunga matahari ini, termasuk bunga musiman karena hanya bisa tumbuh hanya semusim. Namun bunga ini memiliki beberapa manfaat. Bunga ini juga memeiliki beberapahal yang kita ungkin lom tahu rahasia dibalik itu.

Baik daun maupun bunga dari bunga matahari bersifatheliotropis, yaitu, selalu mengikuti cahaya matahari. Tanaman bunga matahari menyimpan auxin. Auxin merupakan suatu hormon tanaman yang mengendalikan pertumbuhan. Biasanya jumlah auxin lebih banyak di sisi yang jauh dari sinar matahari. Itulah penyebab batang bunga matahari selalu tumbuh ke arah sinar itu. Tetapi, bunga yang sudah mekar penuh tidak lagi bersifat heliotropis. Meski demikian bunga matahari selalu menghadap ke arah timur.



Saat ini, bunga matahari memiliki nilai ekonomis. Biji bunga matahari bisa digunakan untuk menghasilkan minyak yang sangat bagus mutunya. Minyak tersebut bisa digunakan dalam masakan, saus salad, dan margarin. Biji bunga matahari memiliki nilai gizi yang tinggi.

Bunga matahari tidak dapat hidup di daerah yang tergenang air dikarenakan akarnya akan membusuk. Budidaya bunga matahari di Indonesia kurang memuaskan. Blogiztic.net akan mengupas cara budidaya bunga matahari yang benarsebagai berikut.

Bunga matahari ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Tanaman ini cocok di segala alam tetapi tanaman ini paling subur di daerah pegunungan, daerah yang memiliki kelembaban cukup dan banyak mendapatkan sinar matahari langsung. Bunga matahari dapat tumbuh didataran rendah sampai ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Bunga matahari ini diperbanyak dengan biji. Biji benih berasal dari bunga pertama induknya yang sudah tua. Caranya dengan penyemaian. Biji benih diambil dan ditabur dalam bekas yang mengandung tanah basah, ia mudah berkecambah dan cepat membesar. Jika hanya butuh sedikit, cukup menggunakan pot sebagai wahana persemaian. Untuk skala besar, semaikan di bedengan. Tunggu 10 hari sejak masa tabur, atau bila tinggi bibit sekitar 15 – 20 cm, baru boleh dipindahkan ke lokasi tanam. Satu lubang, cukup satu bibit. Jarak tanam sekurang – kurangnya 1 meter persegi. Jika terlalu rapat, batang tak akan berkembang dan bercabang. Besaran bunga pun akan mengecil, bahkan kerdil.

Tanaman bunga matahari sebaiknya ditanam pada tanah gembur. Di awal penanaman, taburkan 3 kg pupuk kandang (kotoran ayam, kotoran kambing, kotoran lembu) per bibit. Ulangi saat tanaman berumur sebulan. Berikan 25 gram ZA per batang. Di usia 1,5 bulan, tambahkan 15 gram TSP per batang. Jangan lupa, perhatikan saluran pembuangan air, hama dan penyakit yang bisa mendera. Umur 2 bulan, bunga dari batang utama mulai kuncup, diikuti cabang – cabang di ruas – ruas daun di bawahnya. Satu batang tanaman bisa menghasilkan 10 – 12 tangkai bunga.

Untuk pemeliharaan bunga matahari, lakukan penyiraman setidaknya sekali sehari. Spesies pokok hiasan ini mampu menarik serangga yang turut membantu proses pendebungaan untuk menghasilkan biji benih bagi pertumbuhan anak benih baru.
BUDIDAYA TANAMAN BUNGA MATAHARI YANG BENAR

CARA MENANAM KARET YANG BAIK

CARA MENANAM KARET YANG BAIK


perkebunan karet memang snagat menguntungkan namun tidak sembarangan dalam menanamnya,, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menanam tanaman ini,, berikut saya tampilkan cara menanam karet dengan baik, agar mendapatkan hasil yng maksimal nantinya.



SYARAT PERTUMBUHAN
- Suhu udara 240C - 280C.
- Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
- Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
- Kelembaban tinggi
- Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
- Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
- Ketinggian lahan 200 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Persemaian Perkecambahan
- Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
- Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
- Tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 mg.
- Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
- Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup/liter air).
- Benih disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.
- Jarak tanam benih 1-2 cm.
- Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.

3.1.2. Persemaian Bibit
- Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
- Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
- Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40×40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20×20x60 untuk okulasi hijau.
- Penyiraman dilakukan secara teratur
- Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl perpohon LCB 1320: 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon. POC NASA : 2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

3.1.3. Pembuatan Kebun Entres
- Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
- Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
- Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
- Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon

nah demikian adalah cara menanam karet dengan benar.

Minggu, 24 Juni 2012

Perkembangan Ekspor KOPI Bubuk

Perkembangan Ekspor KOPI Bubuk

KOPI dengan kode HS 090121 yakni KOPI digongseng, tidak dihilangkan kafeinnya, dan 090122 yakni KOPIdigongseng, dihilangkan kafeinnya hampir seluruhnya dalam bentuk bubuk. Andaikan ada dalam bentuk “unground” pun, hanya dalam jumlah kecil saja (kurang dari 10%). Oleh ITC keduanya disatukan dengan pertimbangan bahwaKOPI digongseng atau disangrai dan masih “unground” pada akhirnya akan dibuat bubuk dengan proses yang mudah. Dengan demikian berdasarkan data ITC, ekspor KOPI bubuk Indonesia kurang dari satu persen dari total ekspor. Pada 2008 misalnya, ekspor dalam bentuk biji masih sangat mendominasi yakni mencapai 99,8% dari total 468.749 ton. Paling tidak ada dua alasan mengapa ekspor KOPI Indonesia masih tetap dominan dalam bentuk biji, pertama karena pihak importir di negara tujuan utama ekspor KOPI seperti Jepang lebih menginginkan ekspor dalam bentuk biji dari pada sudah dalam bentuk bubuk atau dalam bentuk KOPI olahan lainnya.

Pihak importir atau negara-negara konsumen lebih suka mencampur sendiri dari pada membeli KOPI bubuk olahan. Karena mereka lebih paham selera pasar konsumen KOPI di negaranya sendiri, dan juga memiliki pengalaman dalam roasting dan blending KOPIsangat baik. Kedua, para eksportir dari Indonesia sendiri juga lebih menyukai ekspor dalam bentuk biji karena langsung mendapat pembayaran dalam bentuk cash, dari pada mensuplai produsen KOPI dalam negeri yang kadang kala pembayarannya setelah barang dikirim plus dibebankan pajak pertambahan nilai (PPN). Sekalipun mungkin saja profit penjualan ke pasar lokal lebih besar dibandingkan ekspor.

Yang menarik pula adalah selain volume ekspor KOPI bubuk Indonesia masih kecil, dalam tujuh tahun terakhir ekspor tampak fluktuatif dengan kecenderungan volume yang makin menurun. Untuk HS 090121, pada 2008 hanya tercatat sebanyak 153 ton saja, dan tertinggi pada 2009 yakni sebesar 1.567 ton. Jumlah ini pun berdasarkan data BPS yang Kode HS-nya ditampilkan lebih rinci menunjukkan bahwa KOPI yang benar-benar bubuk hanya 138,5 ton (HS 0901212). Sisanya yang 14,5 ton (HS 0901211) adalah dalam bentuk biji yang disangrai.

Kemudian, untuk HS 090122, pada 2008 tercatat sebanyak 108 ton. Jumlah ini menurut data BPS hampir seluruhnya (99,3%) atau 107.468 kg dalam bentuk bubuk (HS 0901222), dan sisanya yang 741 kg (HS 0901221) dalam bentuk biji disangrai (tidak ditumbuk). Pada 2009 volume ekspor naik menjadi 349 ton.

Menurut data ITC, ekspor tertinggi KOPI bubuk digongseng dan tidak dihilangkan kafeinnya terjadi pada 2009 yakni 1,567 ton ton. Sedangkan KOPI bubuk digongseng dan dihilangkan kafeinnya terjadi pada 2006 yakni mencapai 1.471 ton.

Sama halnya dengan volume ekspor KOPI digongseng baik yang tidak dihilangkan kafeinnya maupun dihilangkan kafeinnya tergolong kecil dibandingkan ekspor KOPI dalam bentuk biji, masing-masing US$ 1,03 juta atau 0,10% untuk ekspor dengan kode HS 090121 dan US$ 0,41 juta atau 0,04% untuk ekspor dengan kode HS 090122. Padahal harga KOPI bubuk baik yang digongseng maupun yang tidak digongseng cenderung terus meningkat dalam lima tahun terakhir (2004-2008), setelah sebelumnya cenderung terus menurun hingga tahun 2003. Momentum kenaikan harga ini mustinya dapat dimanfaatkan oleh produsen KOPI bubuk di dalam negeri untuk menggenjot volume ekspor. Sayangnya hal itu tidak terjadi.
binaukm.com

Banner 480 bawah




Your Clicks! Your Earning!