Banner 480

Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Agustus 2012

Cerita dewasa | Posisi Nungging Mahasiswa Berjilbab



Kali ini miau membuat sebuah tulisan dan di beri judul Cerita Dewasa | Posisi Nungging Mahasiswa Berjilbab. Memang tidak bisa di pungkiri, kata kunci Cerita Dewasa menjadi salah satu kata kunci yang
banyak di cari di search engine. Jadi miau juga tidak mau ketinggalan sama blog lain yang bisa mendapatkan banyak visitor dengan artikel mereka yang memiliki embel – embel Cerita Dewasa. Langsung saja silahkan menikmati dan menghayati tulisan miau di bawah ini.

Cerita Dewasa | Posisi Nungging Mahasiswa Berjilbab

Pagi itu, Dian yang merupakan seorang mahasiswi cantik dan sexy  jurusan public relation S1 di sebuah perguruan tinggi di Bandung terbangun lantaran bunyi alarm HP yang berdering. Dian segera beranjak dari tempat tidurnya yang nyaman dan bergegas ke kamar mandi karena hari itu adalah hari istimewa baginya, yah...  hari minggu, dimana kebanyakan orang bisa bersantai dengan rutinitas kesehariannya yang membosankan.

Setelah melakukan kegiatan rutinnya di kamar mandi yang selalu Dian lakukan setiap pagi, lalu sang mahasiswi yang memiliki paras ayu, tinggi semampai, dan body yang aduhai ini kemudian berjalan ke arah meja belajar yang terletak di sudut kamar, lalu dia mencari buku majalah kesukaannya diantara tumpukan buku – buku perkuliahan yang tersusun rapih di sana, “nah ini dia ketemu juga, kemaren baru sampai halaman 5 lanjut baca ah”, ujar Dian dalam hati.

Dian lalu bergegas keluar kamar kosnya yang di ikuti oleh kucing gembul coklat peliharannya dan bermaksud untuk melanjutkan membaca buku majalah Bobo di teras kamar kosnya yang memang sangat nyaman dan tenang, ditambah lagi hujan semalam yang membuat udara pagi itu lebih segar dan sejuk.
Kicauan  suara burung di atas pepohonan menambah suasana damai di minggu yang tenang itu, lalu tiba – tiba Dian tanpa sengaja mendengar percakapan dari sebuah rumah yang terletak berdampingan dengan tempat kosnya.

Percakapan tersebut sangat menarik perhatian mahasiswi cantik ini, sehingga untuk sesaat dia berhenti sejenak membaca majalah Bobo yang menjadi faforitnya. Suara percakapan itu terdengar jelas dan agak keras antara sang ibu dengan anaknya, dan kebetulan anak dari si ibu ini merupakan teman kampus Dian hanya berbeda jurusan saja.

“Kamu mau pergi ke mana nak, pagi – pagi udah mau langsung pergi bawa dagangan ibu,” ujar sang ibu, kemudian di jawab oleh anaknya “aku mau ke kampus bu, ada janji sama temen mau kerjain tugas“. dengan nada agak kesal ibunya berkata “iya, tapi kenapa kamu pakai jilbab dagangan ibu” lalu sang anak yang merupakan mahasiswa sebuah perguruan tinggi ini dan sedang mengenakan jilbab jualan ibunya, menjawab dengan seenaknya sambil nungging – nungging dan ngupil membersihkan hidungnya menggunakan ujung kain jilbab yang di pakainya, “ah ibu, menggunakan jilbab itu kan ajaran agama, lagian inner beauty aku kan bisa lebih terlihat kalau aku mengenakan jilbab”.

Sang ibu pun tambah kesal dan marah melihat tingkah dan mendengarkan jawaban anaknya yang semata wayang ini, lalu dengan setengah berteriak sang ibu pun berkata “Bambaaaaang,...!!! kamu ini kan laki – laki kenapa harus pakai jilbab, copot dan cuci sana bersihkan semua upil yang nempel segede gaban itu.  Cuci bersih jangan sampai ada ketombemu yang ketinggalan di situ, nanti orang ga mau beli dagangan ibu naaaak... kita mau makan apa kalau dagangan ibu tidak laku. Kamu mau makan upil kamu yang segede gaban itu?”

Dengan kecewa Bambang akhirnya melepas jilbab yang dia kenakan dan menaruhnya di tempat cucian. “nyucinya tar siang aja bu, aku udah telat nih” kata si bambang. Lalu ibunya menjawab “ya sudah jangan lama – lama ya” Bambangpun berpamitan kepada ibunya untuk pergi ke kampus yang jaraknya sekitar 2 km dari rumah tinggalnya, dia berniat untuk menaiki sepeda mini warna pink dengan boneka beruang di keranjang sepeda milik keponakannya karena Bambang merasa capek dan pegal sekali hari itu untuk berjalan kaki sehabis kemarin seharian nonton wayang kulit semalam suntuk.

Tetapi Bambang segera mengurungkan niatnya, manakala dia melihat tetangga belakang rumahnya mang Udin yang hendak berangkat kerja. Mang udin adalah tetangga belakang rumah Bambang yang berprofesi sebagai tukang odong – odong. “Mang Udin, berangkatnya pagi bener?” tanya si Bambang. “iya nih lagi kejar setoran, di kampusnya den Bambang kan habis ujian semesteran kemarin, kali aja ada mahasiswa di sana yang butuh refresing sehabis ujian”. Jawab mang Udin. Lalu Bambang menimpali “oh, iya bagus juga tuh idenya mang Udin, kali aja ada mahasiswa yg butuh refresing, dengan naik odong – odongnya mang Udin bisa ngilangin setres sehabis ujian semesteran kemaren”. 

Lalu mang Udin bertanya pada Bambang, “den Bambang mau ke kampus juga?”. Dengan tersenyum penuh makna Bambang menjawab “iya neh mang ada janji mau kerjain tugas bareng temen di kampus”. Mang Udin yang seolah tau dengan senyuman Bambang yang penuh makna itu akhirnya menawarkan untuk membonceng si Bambang ke kampus dengan kendaraan odong – odongnya.
“ayo den berangkat sama – sama ke kampus naik odong – odongnya mang udin” kata mang Udin sang tukang odong – odong ini. “ok makasih kalo gitu mang, Bambang pilih tunggangan yang bentuk bebek warna kuning aja deh”ujar si Bambang dengan gembiranya.

Akhirnya si Bambang sang mahasiswa yang tadi mengenakan jilbab inipun dengan posisi nungging layaknya pembalap motor Valentino Rosy menaiki odong – odong bentuk bebek dan pergi bersama mang Udin ke kampus.

Melihat kejadian ini, Dian sang tetangga kos hanya bisa tersenyum bersama kucing coklat gembul yg duduk di pangkuannya, tiba – tiba dari pintu sebelah kamar kosnya muncul Shinta dan Eva sambil tersenyum kepadanya dan menyapa “kenapa Dian pagi – pagi sudah senyam – senyum sendiri”
“ah,  ga apa – apa hanya lg senang aja pagi ini bisa bersama kalian semua” jawab Dian. “ooooohh, gitu”kata Eva dan Shinta secara serempak.

Oh ya miau hampir lupa Dian, Shinta dan Eva adalah tokoh utama dalam cerita dewasa miau sebelumnya yang berjudul “Cerita Dewasa | Calon sekertaris vs Bos” namun karena gagal Dian akhirnya melanjutkan kuliahnya ke jenjang S1, sedangkan Shinta masih menganggur karena sama – sama gagal menjadi sekertaris pribadi sang bos besar di sebuah perusahaan ekspor impor,sekarang dia nyambi jadi tukang antar galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhannya. Hanya Eva yang berhasil menjadi sekertaris pribadi sang bos besar karena dia berhasil menjawab dengan baik pertanyaan interview sang bos besar.

Lalu ada kucing coklat gembul, ini juga merupakan tokoh penting dalam cerita dewasa miau sebelumnya yang berjudul “Cerita dewasa | mahasiswi cantik saksi perkosaan di area parkir kampus”

Semoga cerita dewasa di atas dapat menjadi inspirasi bagi anda semua. Hi.hi.hi. meooonkk.....
bila anda suka dengan cerita dewasa ini silahkan mengapresiasi dengan mengklik iklan PPC di bawah ini 3 atau 5 buah juga cukup, hi.hi.hi.  kalau mau copy jangan lupa link sumbernya makacih!
Rating: 4.5

Artikel Populer Blognya Miau


MAU PENGHASILAN TAMBAHAN DARI MEMASANG IKLAN DI BLOG KAMU? GRATIS, DAPATKAN PASSIVE INCOME TIAP MINGGUNYA. AYO LANGSUNG GABUNG KLIK TOMBOL MERAH DI BAWAH

 

Cerita Dewasa | Calon Sekertaris vs Bos



Di suatu kantor yang bergerak di bidang export import produk elektronik sedang mengadakan interview untuk calon sekertaris pribadi si bos besar, kandidat yang mengikuti interview tersebut berjumlah tiga orang wanita muda berparas cantik dan berpenampilan sexy, mereka merupakan calon - calon terbaik yang telah lolos pada proses seleksi calon sekertaris pribadi bos besar di perusahaan tersebut sebelumnya.
Kandidat pertama yang akan di interview bernama Shinta, Wajahnya yang ayu rupawan dengan body bohai cukup membuat mata lelaki yang memandangnya menjadi tidak berkedip, termasuk si bos besar.


Setelah dipersilahkan duduk dan memperkenalkan diri Shinta pun langsung di interview oleh si bos besar dengan berbagai pertanyaan khas interview, sampai pada pertanyaan terakhir si bos besar mengeluarkan sebuah pertanyaan kepada Shinta sang calon sekertaris sambil tersenyum tengil.

"Shinta, coba kamu jawab apa perbedaan dua buah mulut yang di miliki oleh wanita?" ujar si bos besar, oleh Shinta dengan nada bercanda pula dia menjawab "kalau mulut pertama, memiliki gigi sedang mulut yang ke dua itu ompong pak".

Setelah menjawab pertanyaan terakhir tadi Shinta pun di persilahkan keluar dan di janjikan akan di hubungi dua minggu kemudian bila dia lolos dalam tes tersebut.

Lalu di panggilah kandidat ke dua yang bernama Dian, gadis ini berparas sangat cantik, dengan rambut tergerai panjang sebahu dan kulit yang putih mulus serta kaki yang sexy nan semampai.
Kali inipun si bos besar yang tengil tidak lupa menyelipkan satu pertanyaan terakhir seperti yang di tanyakan kepada kandidat sebelumnya.

"Dian, coba kamu jawab apa perbedaan dua buah mulut yang di miliki oleh wanita?" ucap si bos besar.
Lalu tanpa sungkan Dianpun menjawab pertanyaan si bos besar tersebut "kalau mulut yang atas klimis tanpa kumis dan jenggot, tapi kalau mulut yang bawah itu berewokan pak".

Setelah menjawab pertanyaan tersebut Dianpun di persilahkan keluar dengan janji akan di hubungi lagi dua minggu kemudian bila dia lolos dalam tes tesebut.

Lalu masuklah Eva kandidat ketiga, secara penampilan Eva adalah wanita yang tomboy dengan rambut pendek berkulit sawo matang dengan body yang mungil, hanya dada dan pantatnya saja yang terlihat agak menonjol.

Dengan kulit kaki yang ditumbuhi bulu lebat serta banyak bekas korengnya, namun dia tetap penuh percaya diri mengenakan rok mini warna merah menyala di atas lutut dan ketat membalut pahanya yang kecoklatan dan penuh selulit.

Awalnya si bos agak kecewa dengan kandidat ketiga ini apalagi setelah dia melihat penampilan fisik dari si Eva yang memiliki mata juling, tompel hitam berbulu segede Gaban di pipi, dan tahi lalat segede kebo di hidung. Si bos membayangkan mungkin dada Eva yang membusung itu dipenuhi dengan panu, kadas, dan kurap, serta pantatnya yang padat kencang dan ketat di balik rok mininya bisa jadi burik dan ada banyak bekas bisulnya. belum lagi parfum yang di gunakan oleh calon sekertaris ini beraroma menyengat seperti minyak duyung senyongnyong dan secara akademis transkrip nilainya tidak setinggi kandidat sebelumnya yang memiliki IPK diatas 3.

Namun si bos besar tetap melanjutkan proses interview untuk calon sekertarisnya tersebut dan sampailah pada pertanyaan terakhirnya yaitu sebagai berikut

"Eva, coba kamu jawab apa perbedaan dua buah mulut yang di miliki oleh wanita?". Dengan senyum manis dan tingkah polah yang menggoda si bos besar, Evapun menjawab pertanyaan tersebut

"akh, si bos ada ada saja, kalau menurut Eva mulut Eva yang bagian atas itu buat eva kalau makan bos, dan mulut yang bagian bawah itu buat sarung kerisnya bos".
Si bos besarpun tertawa puas mendengar jawaban itu. "ok, hari ini juga kamu saya terima sebagai sekertaris pribadi saya, dan tolong segera kamu luruskan, hisap, terus asah keris saya secepatnya" ujar sang bos besar.

THE END

Baca juga kelanjutan cerita dewasa calon sekertaris vs bos dan trio calon sekertaris ini di cerita dewasa berikutnya berjudul Cerita Dewasa | Posisi Nungging Mahasiswa Berjilbab. Bila anda menyukai cerita dewasa calon sekertaris vs bos ini silahkan mengapresiasi dengan mengklik iklan PPC di bawah ini 3 atau 5 buah juga boleh. MIAU....HI.HI.HI.
Buat yang suka copy paste harap menyertakan link sumbernya, OK!!!!
Rating: 4.5

Artikel Populer Blognya Miau

Cerita dewasa | mahasiswi cantik saksi perkosaan di area parkir kampus



Namaku Fany Yuanita tetapi lebih akrab di panggil Fany, umurku baru 20 tahun anak pertama dari dua bersaudara. Aku kuliah di sebuah universitas di Bandung. Entah kenapa sedari dulu banyak sekali para cowok yang naksir kepadaku, mungkin karena kecantikan parasku atau karena kemolekan tubuhku dengan kulit putih mulus dan postur tubuh tinggi semampai, yah, mungkin itulah yang membuat aku menjadi dambaan banyak lelaki.
Tidak seperti biasanya hari itu aku pergi ke kampus dengan membawa kendaraanku sendiri karena supir pribadiku yang biasanya melakukan antar jemput sedang sakit. Aku memacu kendaraan menuju kampus dengan di iringi lagu - lagu yang tersimpan dalam ipod pink kesayanganku.

Sesampainya di kampus akupun langsung memarkirkan kendaraan yang kubawa ke tempat parkir kampus yang letaknya berada di belakang gedung fakultas ekonomi. Setelah mendapatkan tempat parkir yang terlindung dari sinar matahari, aku lalu bergegas turun dari kendaraan untuk menuju ruangan perkuliahan yang letaknya berada di lantai dua.


Tetapi aku langsung mengurungkan niatku karena kejadian yang aku saksikan di depan mataku sungguh membuat aku sangat terkejut.

Seekor kucing jantan bertubuh besar dengan warna bulu putih dan coklat sedang memperkosa seekor kucing betina yang memiliki postur tubuh mungil dan bulu berwarna hitam putih, dengan susah payah akhirnya sang kucing jantan berhasil melaksanakan niatnya untuk melampiaskan nafsu birahinya kepada kucing betina bertubuh mungil tersebut.


Untuk sesaat aku termenung dan berkata dalam hati, hari ini aku seorang mahasiswi cantik yang menjadi saksi dari sebuah tindakan pemerkosaan yang di lakukan oleh kucing jantan gembul berwarna putih dan coklat terhadap kucing betina bertubuh mungil dan memiliki bulu berwarna hitam putih.



Oh my god, miau....hi.hi.hi. Baca juga cerita selanjutnya dari cerita dewasa mahasiswi cantik saksi perkosaan di area parkir kampus ini dengan pemeran utama yg sama dalam cerita dewasa berjudul Cerita Dewasa | Posisi Nungging Mahasiswa Berjilbab. dan Cerita Dewasa | Calon sekertaris vs Bos, Bila anda menyukai tulisan di atas silahkan mengapresiasi dengan mengklik iklan PPC di  bawah ini 3 atau 5 buah juga cukup, hi.hi.hi.
buat anda yang suka copy paste harap menyertakan link sumbernya, OK!!!!

Jumat, 25 Mei 2012

kepribadian seseorang berdasarkan KENTUT


Berikut ini merupakan aneka kepribadian manusia yang bisa di lihat dari cara KENTUTnya

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh orang yang kurang jelas, maka di dapat hasil yang menunjukan bahwa sifat seseorang dapat terlihat dari cara mereka KENTUT

Berikut ini adalah hasil penelitiannya:

  1. Orang yang tidak jujur: biasanya orang yang memiliki sifat kepribadian seperti ini akan selalu menyalahkan orang yang ada di sekitarnya dan menuduh bahwa merekalah yang kentut.

  2. Orang yang pelit: tipe orang seperti ini kalau dia kentut Cuma sedikit.

  3. Orang yang sombong: cenderung akan mengeluarkan suara kentut yang besar supaya semua orang bisa mendengarnya.

  4. Orang yang tidak gaul: kalau dia kentut sukanya ngelihat.

  5. Orang yang plinplan: cenderung akan mengikuti sekitarnya, bila ada temannya kentut dia akan ikut kentut juga.

  6. Orang yang selalu merasa apes: orang lain yang kentut malahan dia yang di tuduh.

  7. Orang yang boros: kalau dia kentut ga cukup Cuma sekali.

  8. Orang yang dermawan: kalau kentut aromanya akan di bagi - bagi sama semuanya, dengan aroma yang tidak tanggung – tanggung pula.

  9. Orang yang suka selingkuh:  kalau dia kentut suaranya akan di pelankan sehingga bunyi pess...

  10. Orang yang berwibawa: kentutnya tidak bunyi tapi bikin mual, muntah, bahkan pingsan.

  11. Orang yang suka nganggur: yang mau – maunya baca tulisan ini dan membahas masalah KENTUT hi.hi.hi.



Sory Cuma bcanda OK eeeeo...onnkk. hi.hi.hi.

Kamis, 29 Maret 2012

Cerita Sex ABG | Seks abg

Silahkan buat yang menyukai seri abg alias abegeh alias cewek mude ini dia special buat kamu, jika suka dengan versi cerita laen ada juga kumpulan cerita sex kumpulan cerita seks di halaman sebelumnya, langsung deh di baca mumpung masih anget

Ini adalah kisah seks atau cerita sex ABG yang masih berusia 14 tahun. Masih belia dan luar bisa hot. Selengkapnya, silahkan simak dan baca cerita ewean hot bersama gadis belia berikut ini!


Pada tahun 1994 Aku tercatat sebagai siswa baru pada SMUN 2 pada waktu itu sebagai siswa baru, yah.. acara sekolahan biasa saja masuk pagi pulang sekitar jam 14:00 sampai pada akhirnya Aku dikenalkan oleh teman seorang cewek yang ternyata cewek itu sekolah juga di dekat sekolah Aku yaitu di SMPN 3. Setelah perkenalan itulah cerita sex ini dimulai…

Ketika kita saling menjabat tangan, cewek itu masih agak malu-malu, Aku lihat juga cewek itu tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis banget dan kulit walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar info tinggi Aku 165 cm dan umur waktu itu 16 tahun), Aku berkata siapa namamu?, dia jawab L—- (edited), setelah berkenalan akhirnya kita saling memberikan nomor telepon masing-masing, besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kita berdua janjian keluar besok harinya jalan pertama sekaligus cinta pertama Aku membuat Aku deg-degan tetapi namanya lelaki yah…, jalan terus dong.

khirnya malam harinya sekitar jam 19.00 Aku telah berdiri didepan rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu L—-muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat dan rok yang kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.
Aku tanya, “Mana ortu kamu…”, dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.
“Oohh jawab Aku,” Aku tanya lagi “Terus Papa kamu mana?” dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kita langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung memeluk dari belakang, penis Aku selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).

Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan kita langsung pulang ke rumahnya setelah tiba Aku lihat rumahnya masih sepi mobil pE xm @ 3r;U P E P @ apa tanganku langsung memegang buah dadanya yang benar-benar besar itu sambil Aku remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.

Aku langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit yah…”, dia cuma mengangguk. buah dadanya Aku remas dengan kedua tanganku sambil bibir Aku jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung Aku lumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kitapun berpagutan saling membenamkan lidah kita masing-masing. Penis Aku langsung Aku rasakan menegang dengan kerasnya. Aku mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang penisku dibalik celana Aku, dia cuma menurut saja, lalu Aku suruh untuk meremasnya. Begitu dia remas, Aku langsung mengeluh panjang, “Uuhh…, nikmat Akung”, kata Aku.
“Teruss…”, dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan muka Aku di antara buah dadanya, tapi masih terhalang BH-nya Aku jilati buah dadanya sambil Aku gigit-gigit kecil di sekitar buah dadanya, “aahh…, aahh”. Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya Aku langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas buah dadanya, sunggapa tanganku langsung memegang buah dadanya yang benar-benar besar itu sambil Aku remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.

Aku langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit yah…”, dia cuma mengangguk. buah dadanya Aku remas dengan kedua tanganku sambil bibir Aku jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung Aku lumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kitapun berpagutan saling membenamkan lidah kita masing-masing. Penis Aku langsung Aku rasakan menegang dengan kerasnya. Aku mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang penisku dibalik celana Aku, dia cuma menurut saja, lalu Aku suruh untuk meremasnya. Begitu dia remas, Aku langsung mengeluh panjang, “Uuhh…, nikmat Akung”, kata Aku.
“Teruss…”, dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan muka Aku di antara buah dadanya, tapi masih terhalang BH-nya Aku jilati buah dadanya sambil Aku gigit-gigit kecil di sekitar buah dadanya, “aahh…, aahh”. Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya Aku langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas buah dadanya, sungguh pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai buah dada yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama Aku main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya). Aku jilat kedua buah dadanya sambil Aku gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. “Aahh…, sakkiitt…”, tapi Aku tidak ambil pusing tetap Aku gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadAku.

Sekarang buah dada dia berada tepat di depan wajah Aku. Sambil Aku memandangi wajahnya yang sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas kedua buah dadanya dengan lembut. Diapun kembali mendesis, “Ahh…, aahh…”, kemudian Aku tarik buah dadanya dekat ke wajah Aku sambil Aku gigit pelan-pelan. Diapun memeluk kepala Aku tapi tangannya Aku tepiskan. Sekelebat mata Aku menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup Aku pun menyuruh dia untuk penutup pintunya, dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap karena bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yang bikin hati siapa saja akan lemas melihat buah dada yang seperti itu.

Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju Aku. Aku pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua buah dadanya dengan kedua tangan Aku tapi tetap dalam keadaan berdiri Aku jilati kembali buah dadanya. Setelah puas mulut Aku pun turun ke perutnya dan tangan Aku pelan-pelan Aku turunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati perutnya sesekali mengisap puting buah dadanya. Tangan Akupun menggosok-gosok selangkangannya langsung Aku angkat pelan-pelan rok yang dia kenakan terlihatlah pahanya yang mulus sekali dan CD-nya yang berwarna putih Aku remas-remas liang kewanitaannya dengan terburu buru, dia pun makin keras mendesis, “aahh…, aakkhh… ohh…, nikmat sekali…”, dengan pelan-pelan Aku turunkan cdnya sambil Aku tunggu reaksinya tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan).
Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Akupun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, “Aakkhh…, akkhh…, lagi…, lagii..”.

Setelah puas Akupun menyuruhnya duduk di lantai sambil Aku membuka kancing celanAku dan Aku turunkan sampai lutut terlihatlah CD-ku, Aku tuntun tangannya untuk mengelus penis Aku yang sudah sangat tegang sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku. Diapun mengelusnya terus mulai memegang penis Aku. Aku turunkan CD-ku maka penis Aku langsung berkelebat keluar hampir mengenai mukanya. Diapun kaget sambil melotot melihat penis Aku yang mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm) Aku menyuruhnya untuk melepas kaos yang dia kenakan dan roknya juga seperti dipangut dia menurut saja apa yang Aku suruh lAkukan. Dengan terburu-buru Aku pun melepas semua baju Aku dan celana Aku kemudian karena dia duduk dilantai sedangkan Aku dikursi, Aku tuntun penis Aku ke wajahnya dia pun cuma melihatnya saja. Aku suruh untuk membuka mulutnya tapi kayaknya dia ragu-ragu.

Setengah memaksa, Aku tarik kepalanya akhirnya penisku masuk juga kedalam mulutnya dengan perlahan dia mulai menjilati penis Aku, langsung Aku teriak pelan, “Aakkhh…, aakkhh…”, sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan penis Aku di dalam mulutnya. “aakk…, akk…, nikmat sayyaangg…”. Setelah agak lama akhirnya Aku suruh berdiri dan melepaskan CD-nya tapi muncul keraguan di wajahnya sedikit gombal akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga maka telanjang bulatlah dia depanku sambil berdiri. Akupun tak mau ketinggalan Aku langsung berdiri dan langsung melepas CD-ya. Aku langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tangan Aku meremas-remas kedua buah dadanya yang putingnya sudah semakin tegang, diapun mendesis, “Aahh…, aahh…, aahh…, aahh”, sewaktu tangan kananku Aku turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.

Setelah agak lama baru Aku sadar bahwa jari Aku telah basah. Aku pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan Aku siapkan penis Aku. Aku genggam penis Aku menuju liang senggamanya dari belakang. Aku sodok pelan-pelan tapi tidak maumasuk-masuk Aku sodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke tembok tangannyapun berpangku pada tembok sambil mendengar dia mendesis, “Aahh…, ssaayaa..,. ssaayaangg…, kaammuu…”, Akupun terus menyodok dari belakang. Mungkin karena kering penis Aku nggak mau masuk-masuk juga Aku angkat penis Aku lalu Aku ludahi tangan Aku banyak-banyak dan Aku oleskan pada kepala penisAku dan batangnya dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Aku genggam penis Aku menuju liang senggamanya kembali. Pelan-pelan Aku cari dulu lubangnya begitu Aku sentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali, “Ahh…, aahh…”, Aku tuntun penis Aku menuju lubang senggamanya itu tapi Aku rasakan baru masuk kepalanya saja diapun langsung menegang tapi Aku sudah tidak peduli lagi. Dengan satu hentakan yang keras Aku sodok kuat-kuat lalu Aku rasa penis Aku seperti menyobek sesuatu maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt…”. Aku rasakan penis Aku sepertinya dijepit oleh dia keras sekali hingga kejantanan Aku terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya. Aku lalu bertahan dalam posisi Aku dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata “Tahann.. Akung… cuman sebentar kok…”

Aku memegang kembali buah dadanya dari belakang sambil Aku remas-remas secara perlahan dan mulut Aku menjilati belakangnya lalu lehernya telinganya dan semua yang bisa dijangkau oleh mulut Aku agak lama. Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciuman Aku dibadan dan remasan tangan Aku di buah dadanya, “Ahh…, aahh…, ahh…, kamu Akung sama lAkukan?” dia berkata sambil melihat kepada Aku dengan wajah yang penuh pengharapan. Aku cuma menganggukkan kepala padahal Aku lagi sedang menikmati penis Aku di dalam liang kewanitaannya yang sangat nikmat sekali seakan-akan Aku lagi berada di suatu tempat yang dinamakan surga. “Enak Akung?”, katAku. Dia cuma mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh…, aahh…” lalu Aku mulai bekerja, Aku tarik pelan-pelan penis Aku lalu Aku majukan lagi tarik lagi majukan lagi dia pun makin keras mendesis, “Aahh…, ahh…, ahhkkhh…” akhirnya ketika Aku rasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan lagi Aku pun mengeluar-masukkan penis Aku dengan cepat dia pun semakin melenguh menikmati semua yang Aku perbuat pada dirinya sambil terus-meremas buah dadanya yang besar itu. Dia teriak “Akua mauu keeluuarr…”.
Akupun berkata “aahhkkssaayyaanggkkuu…”, Aku langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai Aku rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya tapi Aku benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara, “Ahh…, aahh…, ahh…, akkhh…, akkhh…, truss” langsung dia bilang “Sayyaa kkeelluuaarr…, akkhh…, akhh…”, tiba-tiba dia mau jatuh tapi Aku tahan dengan tangan Aku. Aku pegangi pinggulnya dengan kedua tangan Aku sambil Aku kocok penis Aku lebih cepat lagi, “Akkhh…, akkhh…, ssaayyaa mauu…, kkeelluuaarr…, akkhh…”, pegangan Aku di pinggulnya Aku lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.

Dari penis Aku menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott…, croott.., ccrroott…, akkhh…, akkhh…”, Aku melihat air mani Aku membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, “Akhh…, thanks Akungkuu…”, sambil berjongkok Aku cium pipinya sambil Aku suruh jilat lagi penisku. Diapun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu Aku bilang pakai pakaian kamu dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.

Setelah kita berdua selesai Aku mengecup bibirnya sambil berkata, “Aku pulang dulu yah sampai besok Akung…!”. Dia cuma mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin nyesal tidak tahu ahh. Aku lihat jam Aku sudah menunjukkan jam 23.35, Aku pulang dengan sejuta kenikmatan.

Masih kurang ada juga yang lain mungkin kamu belum baca cerita panas sex guru matematika ini dia oke buat kamu bro hanya di sini di berita terbaru kunjungin terus ya...

Selasa, 20 Maret 2012

Cerita Dewasa Lelaki Bodoh dan Lelaki Baik - 1

Cerita dewasa selalu menjadi sajian terbaik buat menemani malam panjangmu, cerita dewasa merupakan hiburan yang murah dan juga menyenangkan buat mengisi jam malasmu, kali ini cerita dewasa yang disajikan berjudul Cerita Dewasa Lelaki Bodoh dan Lelaki Baik - 1 nah silahkan saja langsung di baca ya...

Wajah enam pemuda di kamar kost saya yang berukuran 4 x 4 cm terlihat serius dan was-was. Ketakutan mencekam hati setiap orang di kamar ini. Kami sedang membahas kejadian yang baru saja kami alami.
"Gimana ya kalo dia melapor ke polisi?" tanya Peter sambil di sela-sela asap rokoknya yang mengepul. Wajahnya terlihat gundah.
"Tapi dia juga mau kok, bukan salah kita," kata Andi mencoba membela diri dengan nada yang tidak begitu meyakinkan.
"Untung gua nggak ngelakuan apa-apa," komentar saya bersyukur.
"Ah, siapa yang tau? Lagipula di mata hukum loe juga bersalah tau, siapa yang menyaksikan kejadian yang melanggar hukum tanpa berusaha mencegah kejadian tersebut sama saja dengan melakukan kejadian tersebut," sela Peter, yang kesal oleh pembelaan diri saya.

Kami semua kemudian terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Gus, loe kayaknya lelaki paling goblok yang pernah gua temui," tiba-tiba Peter memberi komentar mengenai apa yang baru saja saya lakukan.
Saya termenung, baru beberapa jam lalu seorang cewek mengatakan bahwa saya adalah lelaki yang paling baik yang pernah ia temui. Apakah lelaki baik sama dengan lelaki bodoh?

Bab I: Pertemuan Enam Sekawan

Bandung, 23 Desember 1995
17:30, Kampus X

Dengan tergesa-gesa saya memasukkan buku saya ke dalam tas. Kuliah terakhir di tahun 1993 baru berakhir. Mata kuliah Konstruksi Bangunan yang biasanya sangat menarik bagi saya terasa seperti siksaan hari ini.

Iya, empat orang teman saya yang kuliah di Jakarta akan datang hari ini. Bayangkan, dengan satu teman saya lainnya yang kuliah di Bandung, malam ini merupakan reuni terbesar kami sejak berpisah dua tahun yang lalu. Mereka adalah teman-teman saya sejak SMA, teman main saya, teman saya ketika masih hijau, teman saya ketika saya masih belum mengalami pahit dan kerasnya kehidupan ini.

Tanpa menghiraukan teman kuliah lainnya, saya segera memacu Suzuki Katana saya menuju tempat kost saya di jalan Cihampelas. Mereka akan tiba jam 18:00. Tetapi keinginan untuk segera tiba di kost tertunda oleh kemacetan di jalan Cihampelas. Saya memperhatikan mobil-mobil di sekitar saya yang sebagian besar ber-plat B.
"Uh.." pikir saya dengan perasaan sebel, "Penduduk Jakarta hanya membuat kemacetan di mana-mana."
Cewek-cewek cakep yang lalu lalang tidak saya perhatikan lagi. Biasanya saya selalu memperlambat mobil saya sambil cuci mata. Siapa tahu ada yang mau ikut.. hihi..

Di kost ternyata teman-teman saya sudah menunggu. Ada Peter (tokoh ini pernah hadir di cerita Ketika Nafsu Menjadi Raja), Andi (tokoh ini pernah hadir di cerita Semerbak Teratai di Kolam Berlumpur), Ian, Stephen yang baru tiba dari Jakarta. Terlihat juga Guntur yang kuliah di universitas negeri di kota ini. Lengkap sudah dech.

"Wah, datang juga loe akhirnya.." kata Peter ketika melihat saya, "Give me five..!"
"Haha.." saya melayangkan telapak tangan saya yang terbuka untuk menepuk telapak tangannya Peter.
Dia ini teman saya yang paling badung, playboy, dan aktif. Bersama dia, hidup menjadi ramai.
"Kecantol belon ama Mojang Priangan..?" tanya dia.
"Udah dong," sahut dia, biar dia penasaran aja. Padahal belum ketemu tuh.

Akhirnya kami mengobrol panjang lebar di kamar saya yang tidak terlalu luas. Pembicaraan berkisar mengenai kuliah, teman kuliah, dan masalah cewek tentunya. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam ketika kami sepakat untuk makan malam.

Menumpang dua mobil, akhirnya kami menuju Ayam Goreng Semar di dekat jalan Pasir Kaliki. Warung di pinggir jalan ini penuh sesak oleh pengunjung. Memang warung ini merupakan salah satu tempat makan yang cukup dikenal di Bandung. Selesai makan, kami menuju jalan Dago untuk duduk dan ngeceng di KFC - Gelael. Banyak cewek manis yang lalu lalang, tetapi tidak ada yang memberikan isyarat lewat tatapan mata mereka. Akhirnya jam 11 malam kami sepakat menuju diskotik yang berlokasi di jalan Cihampelas.

Bab II: Shinta dan Agnes

Jam 23.00, Diskotik SE, Cihampelas Bandung

Diskotik yang terdiri dari dua lantai ini masih terlihat sepi, maklum jam 11 malam masih terlalu pagi bagi kalong-kalong malam untuk keluar menikmati kilau lampu diskotik. Mata saya segera berkeliaran mencari mahluk yang namanya cewek. Terlihat beberapa orang cewek sedang menikmati musik di lantai disco. Tetapi tidak ada yang menarik perhatian saya.

Kami akhirnya setuju untuk duduk di meja yang berdekatan dengan lantai disco dengan harapan banyak cewek yang akan lalu lalang melewati meja kami. Maklum saja, toilet diskotik ini terletak di depan, satu-satunya tempat berdandan buat cewek di tempat yang gelap ini, ya di toilet. Jadi mereka biasanya selalu mondar mandir ke toilet.

Saya dan teman-teman saya memesan bir. Kerasnya musik di diskotik ini tidak menghalangi kami untuk mengobrol, walaupun harus berteriak. Tanpa terasa ruangan diskotik semakin ramai, meja-meja hampir seluruhnya terisi dan lantai disco terlihat sesak oleh ramainya orang yang berdisco.

Mata saya kembali bekerja, dua orang cewek yang sedang berdisco menarik perhatian saya. Goyangan tubuh mereka yang seronok menghidupkan khayalan saya. Kedua cewek tersebut terlihat masih muda, menurut taksiran saya, umur mereka masih di bawah dua puluh tahun. Yang menarik perhatian saya adalah kedua gadis tersebut sangat berbeda. Gadis yang pertama memakai rok pendek berwarna hitam, rambutnya yang pendek dicat merah. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, sekitar 155 cm, terlihat montok oleh tonjolan di dada dan pinggulnya. Gerakan mata dan tubuhnya sangat aktif dan liar.

Temannya gadis yang memakai jeans ketat berwarna hitam terlihat sangat kalem. Tubuhnya tinggi, mungkin sekitar 165 cm, dan agak kurus. Tonjolan di daerah dadanya tidak mencolok. Rambutnya panjang dan hitam. Tatapan matanya sangat lembut, dan goyangan tubuhnya juga lemah lembut.Saya sendiri lebih menyukai cewek yang kalem, karena itu gadis kedua lebih menarik perhatiaan saya.

"Gus, liat dua cewek tuh. Yang satu goyangnya asyik banget," kata Peter, sedikit berteriak.
"Ya, gua tau. Gua lebih suka yang tinggi," sahut saya.
"Payah loe, liat aja goyangannya. Ampunn.." kata Peter dilanjuti ketawa teman-teman saya yang lainnya.
"Kenalan tuh, ayo..! Jangan asal ngomong aja," kata Guntur mencoba memanas-manasi kami.

Perhatian saya segera kembali ke kedua gadis tersebut. Terlihat beberapa orang cowok berjoget di samping mereka. Kelihatannya mereka mencoba menarik perhatian kedua cewek tersebut. Benar saja, terlihat seorang cowok mengatakan sesuatu dan menjulurkan tangannya. Ternyata kedua gadis tersebut hanya tersenyum dan meneruskan jogetan mereka tanpa menghiraukan cowok tersebut.
"Haha.." pikir saya dalam hati, "Malu dong..!"

"Keliatannya bukan cewek murahan," kata saya ke teman-teman, "Mereka nggak mau kenalan tuh ama cowok di sampingnya."

Lima belas menit kemudian dua orang cowok lainnya mencoba mendekati mereka, lagi-lagi dicuekin. Dan tindakan cewek ini menarik minat saya, soalnya ini merupakan tantangan. Biasanya cewek-cewek di diskotik cukup gampang diajak kenalan.

Cukup lama mereka berjoget, dan akhirnya mereka berhenti dan berjalan ke arah meja kami. Dalam hitungan detik, mata saya yang tajam segera menangkap lirikan dan tatapan penuh arti dari mata cewek montok yang ditujukan ke arah Peter. Teman saya ini memang sangat tampan.

"Pet.. gua jamin mereka mau kenalan ama loe," kata saya ke Peter ketika mereka lewat.
"Ah.. bisa aja loe," jawab Peter tidak percaya.
"Loe lupa kalo gua bisa membaca tatapan dan lirikan mata seseorang, ingat kejadian waktu SMA?" kata saya mencoba meyakinkan dia.
Sewaktu SMA saya juga memberitahukan Peter kalau ada cewek yang lagi memperhatikan dia. Dan ternyata benar, akhirnya cewek itu menjadi pacarnya sewaktu SMA. Saya sangat sensitif dengan tatapan mata seseorang.

"Tapi mereka cuek tuh ama cowok," kata Peter ragu-ragu.
"Percaya dech ama gua. Mata tidak bisa menipu," jawab saya.
Akhirnya Peter mengajak saya untuk mendekati kedua cewek tersebut yang sekarang duduk di bar.

"Kenalan dong, nama saya Peter," kata Peter ke cewek yang bertubuh montok.
Kedua cewek tersebut menatap tajam ke arah saya, seakan-akan menyusuri pikiran dan hati kami.
"Hmm, boleh kenalan?" ulang Peter, kali ini ada keraguan di suaranya.
"Shinta," jawab cewek yang bertubuh montok, singkat saja tanpa menjulurkan tangannya. Tatapan matanya dingin.
"Saya Agus," saya memperkenalkan diri saya, "Dan kamu..?"
"Agnes," cewek yang tinggi kurus menjawab pertanyaan saya.

Akhirnya kami mengobrol dan semakin lama kami semakin akrab. Ternyata kedua cewek tersebut sangat kuat menenggak minuman keras. Kurang dari setengah jam, Shinta sudah menghabiskan tiga gelas Rainbow! Dan istimewanya, mereka menolak ketika Peter bermaksud membayar minuman mereka. Jarang saya menemukan gadis seperti ini di diskotik.

Bab II: Lelaki Bodoh/Baik?

02.30 Jalan Setiabudi, Bandung

Dua mobil beriringan memasuki kompleks bungalow yang sudah di-booking Peter. Saya melirik Agnes dan Shinta yang hampir tertidur.
"Gus, gua pengen muntah," kata Shinta.
Saya bergegas membuka pintu dan memapah dia keluar. Kalau muntah di mobil saya kan berabe. Rupanya Shinta mabuk berat, dia sama sekali tidak bisa berdiri tegak. Baru berjalan dua langkah dia sudah memuntahkan isi perutnya. Bau asam terasa menyengat.

Bersambung ke bagian 02

Nah lanjutannya tunggu ya nanti akan di posting juga di sini di berita terbaru jangan sampai lupa untuk mengunjungi blog ini untuk membaca koleksi cerita dewasa yang kamu sukai selamat malam semoga menyenangkan harimu.

Sabtu, 17 Maret 2012

Cerita Dewasa Pengalaman Dengan Vina Teman Adikku

Cerita Dewasa kali ini mengambil judul cerita dewasa pengalaman dengan vina nah buat kamu penyuka cerita dewasa dan belum pernah membaca ini silahkan langsung aja dinikmati tapi jika sudah maka bisa langsung memilih judul yang lain di kategori cerita dewasa...

Vina kutemui ketika mengantar dan menghadiri wisuda adikku, Feby si bungsu di sebuah universitas terkenal di Bandung. Ketika itu aku berperan menjadi sopir keluarga karena harus mengantar jemput keluarga yang datang dari Sumatra. Si bungsu ini adalah cewek terakhir di keluargaku yang menjadi sarjana. Dalam usia 21 tahun, dengan otaknya yang encer ia menjadi sarjana tercepat di keluargaku.

Eh bukan mau cerita tentang Feby nih, tetapi temannya, si Vina mojang geulis yang wajahnya Bandung banget itu. Mereka sama-sama wisuda, meski dari jurusan yang berbeda. Feby di HI, sedang Vina di Ekonomi. Pendek cerita, usai mengantar Feby adikku dan orang tua dari Medan ke arena wisuda, tiba tiba datang perintah dari Feby.

“Bang, please, darurat nih, tolong jemput temanku Vina di Salon XX, udah jam segini bokap nyokapnya belum nyampe. Ntar nggak dapat tempat duduk lagi..” katanya dengan wajah memelas.
“OK, putri duyung, yang dekat PLN itu kan? Ah, gimana aku bisa tahu wajahnya?”
“Yang paling cantik di salon dan pakai kebaya krem, itu sudah pasti Vina! Jangan coba merayu, ntar aku kasih tahu kakak di rumah lho..”
“OK bawel..” Meski macet, cuma 5 menit kemudian aku telah mencapai salon tempat Vina menunggu. Wah, itu dia, pikirku melihat cewek pakai kebaya krem tengah memijit- mijit ponsel. Sialan si Feby, nomor HP-nya tidak diberi kepadaku. Begitu dekat aku langsung menyapanya.
“Vina ya?”
“Hmm.. Bang John ya, sorry nih merepotkan, bokap masih jauh di jalan Bang..”
“Oh, nggak pa-pa Vin, santai aja, lagian kan dekat..”

Aku membukakan pintu Taft bututku dan dengan sedikit kesulitan dia naik. Tubuhnya dibalut kebaya, benar-benar seksi. Kututup pintu dan pelan pelan aku jalankan mobil. Aku bisa memperkirakan Vina tingginya 167 cm, beratnya sekitar 50-51 kg. Dengan model kebaya yang dadanya agak tinggi, payudaranya pasti berkisar 36B. Usianya pastilah masih seumur dengan adikku Feby, 21 atau 22 tahun. Bandingkan dengan aku yang sudah 35 tahun. Lho buat apa lagi dibandingkan, maksudku ini adalah cewek tipeku.

“Bang, Kakak nggak ikut?”
“Kakak siapa Vin?” tanyaku berlagak bego.
“Kakak istri Abang..” Buset, kapan dia kenalan sama bini gue ya, pikirku.
“Oh, ada di rumah Vin, eh di sekolah antar si kecil..” Alamak, kok jadi grogi gini gue.
“Beberapa kali Vina ke rumah ama Feby, Abang selalu di luar kota..”
“Hehehe.. Biasalah Vin, cari sesuap nasi ama segenggam berlian..”
“Hihihi.. Si Abang bisa aja..”
“Hmm.. Kamu udah ada yang dampingi nih di wisuda nanti..?” tanyaku.
“Belom nih Bang.. Cariin dong..”
“Ah, masak cewek secakep kamu nggak ada yang dampingi..”

Aku mulai memasang jerat. Benar saja, wajahnya langsung bersemu merah. Aku tahu bahwa Vina ini adalah tipe cewek yang ramah, sedikit cerdas tetapi sialnya dia juga termasuk grup penggoda, hehehe..

“Terus, ntar mau kerja atau lanjut nih Vin?” tanyaku basa basi agar tidak terlalu ketahuan sedang menebar jerat.
“Bokap bilang sih lanjut ke Amrik, gue sih masih pengen main dulu Bang..”
“Lho disuruh sekolah kok malah main.. belum puas main sama teman teman..?”
“Iya nih Bang, cowok gue belum tamat hahaha..”
“Lho tadi bilangnya belum ada pendamping..?”

Karena keasyikan mengobrol, kami tahu-tahu sudah sampai di gerbang masuk. Feby melambai-lambai dan kemudian mendekat.

“Hi Vin, ngobrol apa sama Abang gue? Hati hati lo, gue kurang percaya tuh sama Abang gue..” Ah, sialan si Feby menjelekkanku lagi.
“Ah, nggak kok Vin.. Lagian kalau gue dirayu juga berarti gue emang cantik, hihihi..”

Aku tinggalkan mereka menuju tempat parkir. Buset dah, benar-benar nasib seorang sopir, habis mengantar penumpang eh tamu masih juga harus keringatan mencari tempat parkir. Tapi karena habis ngobrol sama cewek keren lelahnya tidak terasa juga. Hmm.. Vina, aku suka lihat wajahnya, bodinya alamak. Kulitnya yang putih bersih tampaknya dirawat dengan baik. Semasa kuliah dulu aku suka mengatakan bahwa cewek-cewek seperti Vina ini Bandung sekali atau Jawa sekali sesuai dengan asalnya. Aku sih, Sumatra sekali, hehehe. Menurut istriku aku tidak ganteng-ganteng amat, yang ganteng mah si Mamat, hehehe.. Memang istriku sekarang bukan yang pertama tapi yang terakhir juga bukan.

Usai wisuda aku masih harus mengantar adikku Feby, orang tua, istri dan kedua anakku ke restoran Sunda untuk merayakan hari bahagia si bungsu bawel itu. Ketika tiba di parkiran, Feby mengangsurkan ponselnya dengan berbisik. Barangkali takut dilihat oleh istriku.

“Bang, sini nih, Vina mau ngomong.. Awas jangan rayu-rayu ya..” ujarnya.
“Halo.. Vina ya.. Selamat ya Vin, sampai tadi lupa ngucapin selamat, hehe..”
“Makasih Bang, makasih banget lo jemputannya.. Hmm.. Ntar kapan-kapan, Abang Vina undang datang ya..” Kubayangkan Vina dengan senyum manisnya. Dia mau ngundang aku dan keluarga atau aku sendiri ya, pikirku agak surprise. Ah, gue yakin dia ngundang aku sendiri nih! Gak papa-lah ge-er dikit.
“OK deh, sayang..” Uppss, baru kenal gue bilang apa tadi?
“Sayang nih.. Ntar ditimpuk sama bini loh Bang..”
“Hehehe.. Nice to meet you Vin, salam sama keluarga ya..” kataku, yang ini agak keras agar Feby nggak curiga. Sedang istriku sibuk bermain dengan kedua anakku, jadi nggak perlu kuatir. Ah, sial lagi.. Aku tidak sempat mencatat nomor HP-nya. Tapi toh nanti malam masih bisa lihat di ponsel Feby kok, pikirku mulai keluar isengnya. Dua minggu setelah acara wisuda tersebut tiba tiba aku menerima SMS.

“Bang, lagi di mana nih.. Ada acara nggak? Vina” Hah? Gak salah nih, pikirku. Dengan pura pura menahan diri, 5 menit kemudian baru aku jawab dengan menelepon langsung. Tengsin dong SMS balik.
“Hai Vin, apa kabar? Aku lagi di Jakarta nih.. Lagi makan nih ama teman-teman di..” kataku menyebut suatu tempat di Plaza Senayan.
“Nah, itu dia.. Vina juga lagi di Jakarta nih Bang, lagi boring..”
“Lho.. Aku pikir jadi ke Amrik” kataku sekenanya.
“Males Bang, Vina lagi di tempat sodara nih.. Abang kapan pulang Bandung?”
“Lusa.. Kamu?”
“Iya, boleh dong kita pulang bareng.. Vina naik kereta Bang” Buset dah, benar kan kata gue, Vina tipe penggoda.
“Hmm.. Gimana ya..” kataku sok ragu, padahal udah pengen banget.
“Kita lihat nanti ya, Vin. Ntar sore Abang telepon kamu. Eh, Feby tahu nggak kamu ada di Jakarta?”
“Nggak Bang, mau Vina kasih tahu sama Feby dan istri Abang?”
“Haha.. Bukan gitu maksudku, ok deh ntar jam 5 sore Abang telepon kepastiannya ya..” kataku bersorak.

Memang kalau rejeki nggak bakal lari ke mana-mana. Cepat-cepat aku bereskann tugasku di Jakarta. Sebetulnya sore ini juga sudah selesai tapi teman-teman di Jakarta seperti biasa suka mengajak main bilyar dan karaoke. Jadi sorry friends, kali ini aku ada urusan penting, mesti cabut. Jam 5 sore aku telepon Vina. Aku bertanya dia sedang apa, kalau boring mengapa tidak jalan-jalan bersama saudara atau teman-temannya.

“Abang ada acara nggak ntar malam? Ajakin Vina nonton dong?” Katanya dari seberang sana.
“Ok Vin, gue takut macet, gimana kalau kita ketemuan di 21?”

Pendek cerita, Vina dengan jeans ketat dan T-shirtnya aku temui di 21. Dia sudah beli tiket untuk berdua. Mentang-mentang kaya, tiket saja dibelikan olehnya. Aku tidak ingat apa judulnya. Yang jelas begitu masuk gedung bioskop, aku gandeng tangan Vina seperti yang diinginkannya. Vina memulai sinyal dengan mengatakan sedang boring, ingin jalan dan sebagianya.

Kubelai rambutnya dan seperti sudah kuduga, dia merebahkan bahunya sepanjang film berputar. Tak ada penolakan ketika jemariku menyusup ke balik T-shirt dan branya. Semua lancar. Ia melenguh ketika kupelintir putingnya dan kuelus perutnya. Ketika jemariku menyusup ke sela-sela pahanya, ia berbisik..

“Jangan di sini Bang..”

Itu sudah sesuai dengan harapanku dan harapannya. Aku juga sudah tegang sekali ketika keluar dari gedung bioskop. Di dalam mobil, seperti harimau kehausan kami berciuman dengan gairah. Aku suka suara lenguhnya, kepasrahannya ketika kusedot putingnya dan jariku menelusup ke celah-celah memeknya yang sudah basah sekali. Tubuh Vina bergetar. Aku ingin membuatnya menjadi wanita yang sesungguhnya ketika berhubungan intim.

“Vina, Abang pengen jilat memek kamu sayang..”
“Hmm.. terus Bang, Vina udah nggak tahann..”

Bulu-bulu halus memeknya kusibak, kelentitnya yang sudah mengeras sungguh nikmat dikulum. Aromanya sungguh harum dan bentuknya tampak terawat. Tubuhnya sampai bergetar getar menahan nikmat. Tangannya aku arahkan meremas kontolku. Tetapi ternyata dia lebih suka blow job. Pada saat yang sama aku tidak menyia-nyiakan kesempatan meremas dadanya yang montok. Apa boleh buat, di mobil yang sempit ini harus terjadi pergumulan yang menggairahkan. Aku pastikan tidak ada manusia yang melihat kegaduhan nikmat ini. Jangan sampai kepergok Satpam karena bisa malu.

Sedotan lidahnya sungguh membuatku melayang jauh. Tanganku tak henti meremas payudaranya yang indah dengan puting kecoklatan yang sudah mengeras. Pada saat lain aku pelintir dan sedot putingnya hingga membuatnya semakin basah. Karena di depan terlau sempit, aku mengajaknya pindah ke jok belakang. Vina dengan tak sabar melepas celana dalam hitamnya. Aku sungguh terangsang melihat wanita dengan CD hitam, sepertinya Vina tahu selera seksku, heheh..

Tampaknya Vina adalah tipe cewek blowjob mania karena ia terus saja mengoral batangku. Kupikir hobinya ini sejalan dengan hobiku mengoral memek cewek. Kuberi isyarat agar ia mengambil posisi 69 dengan aku di bawah. Vina mengangguk lemah. Aku suka melihat matanya yang sayu. Gila, memek si Vina memang OK, masih kelihatan garis vertikalnya dengan kelentit yang sungguh imut dan mengeras. Segera kuremas pantatnya dan kujilat perlahan paha dalamnya sebelum memasuki area memeknya. Vina melenguh hingga aku makin terangsang dengan suaranya yang sendu.

“Ouhh.. Please Johnn.. Kamu apain memekku say, enak bangett!”
“Hmm..” hanya suara itu yang keluar dari mulutku sambil menyeruput cairan memeknya yang mulai banjir. Sementara jemari Vina yang halus masih menggenggam kontolku
“Say.. Vina nggak tahan.. Vina mau keluar sayang.. Terus terus.. Isep kacangku.. Ahh!”

Aku memang selalu ingin memuaskan cewek-cewek yang making love denganku. Menurutku ini adalah salah satu rahasia cewek-cewek selalu ketagihan ngentot denganku. Perlakukanlah wanita dengan gentle, jangan egois. Mereka adalah makhluk yang butuh perhatian dan belaian. Jangan bersikap bodoh meninggalkan mereka meraung-raung karena tak terpuaskan. Ada saat tertentu kapan kita membuat mereka tak bisa berhenti. Vina akhirnya mencapai orgasme. Ia terduduk lemah namun tangannya masih menggenggam batangku yang masih ngaceng dan berdenyut-denyut.

“Makasih ya Bang, Abang sungguh laki-laki yang baik! Sekarang Vina pengen memuaskan Abang..” Nah lo, benar kan kataku, jika puas wanita sebetulnya tidak egois.
“Iya Vina cantik, kamu istirahat dulu.. Gak usah terburu-buru, kita masih punya waktu sampai besok kan?”
“Ih, Abang nakal..” katanya sambil meremas kontolku.
“Sekarang Vina pengen lagi Bang.. Pengen dimasukin sama kontol Abang..”
“Tapi kamu kan masih perawan Say..?”
“Lho kok Abang tahu sih?”
“Kan Abang sudah periksa tadi, hehehe..”
“Ihh.. Nakal deh.. Vina jadi malu..” katanya manja.
“Vin, Abang sayang kamu, tetapi untuk memerawani kamu Abang sungguh nggak tega..”
“Tapi kan Vina yang mau.. Please Bang.. Vina rela”
“Vin, kalau dengan oral saja kamu bisa orgasme, ngapain harus sampai berdarah?”

Yang benar benar tidak kuduga, Vina menangis. Wah, kacau deh.. Tapi aku tidak ingin bicara lagi. Perlahan kukecup bibirnya, kuhapus airmatanya dan benar pemirsa eh pembaca, gairahnya mulai naik kembali. Segera dikulumnya kontolku. Hmm.. Enak sekali. Dan aku kembali mengajaknya ke posisi VW (Vosisi Wenakk), favoritku mengerjai memek cewek dari belakang alias posisi 69. Aku berkonsentrasi agar kali ini spermaku dapat muncrat di mulutnya. Tipe cewek pehobi blowjob adalah penyelesaian akhir harus di mulutnya. Kusedot kelentit Vina dengan lembut tetapi kuat dan itu cukup membuatnya makin menguatkan sedotannya pada kontolku. Memek Vina memang beraroma perawan, cairannya sungguh kental dan aku senang menelannya. Kontolku berkedut-kedut seakan mau muncrat, tetapi kutahan. Aku ingin kali ini aku dan Vina mencapai orgasme bersamaan.

“Ohh.. Johnn.. Fuck me please, pengen keluar say.. Ouhh..” teriaknya.

Itu adalah pertanda bahwa kurang dari 1 menit lagi dia akan mengalami orgasme. Jadi sebetulnya orgasme bisa diukur alias terukur. Kupercepat sedotanku pada kedelai Vina yang memerah sambil tanganku berusaha meraih payudara dan putingnya. Kuremas untuk memberi extra kenikmatan padanya.

“Auhh.. Johnn.. Vina keluar.. Ahh.. Ahh..” lenguhnya panjang.

Dan seperti yang kuperhitungkan akhirnya aku juga mengeluarkan pejuku dan muncrat ke wajahnya. Dapat kurasakan mulut Vina menyeruput kontolku dengan cepat. Aku sampai kehabisan kata-kata untuk melukiskan bagaimana perasaan nikmatku! Kupeluk Vina dan kubelai rambutnya, sambil say thanks! Aku tahu bahwa Vina bakal ketagihan. Aku sebenarnya ingin menceritakan lanjutan perjalanan yang menggairahkanku ke Bandung dengan Vina. Seluruh sensasi yang aku dan Vina dapatkan.

Ternyata Vina juga menyukai ngentot sambil berdiri. Di beberapa lokasi kami terpaksa berhenti mencari tempat rimbun pepohonan. Vina segera menyender di batang pohon dan dengan nafas terengah-engah melepaskan celananya. Posisi yang menggairahkan. Dengan berjongkok aku isep memeknya yang cepat basah itu. Kadang ia menungging dan aku sedot itilnya dari belakang. Aku juga mencapai orgasme dengan menggosok-gosok memeknya dengan batangku. Percaya atau tidak bahwa Vina masih tetap perawan sampai akhirnya dia berangkat ke Wisconsin, USA untuk melanjutkan studi. Sekarang aku masih merindukannya. Ia masih sering merngirim SMS dengan untaian kata kata, jilat, jilat dan jilat say. Entahlah, apakah masih ada cewek yang seperti dia di antara pembaca, i do hope!

Semoga bacaan di atas bisa menyenangkan kamu ya silahkan kunjungi kembali berita terbaru karena ada cerita dewasa yang baru lagi besok terima kasih.

Selasa, 13 Maret 2012

Cerita Sex Bercumbu dengan Tante Linda

Sebelum membaca mengenai cerita sex berikut ini terlebih dulu saya sampaikan bahwa kesamaan nama dalam cerita sex di bawah ini mengenai judul nya itu hanya nama kiasan jika memang betul nama asli yah berarti emang banyak kemungkinan bukan berarti wanita yang bernama linda emang gampang di cumbui tetapi pada dasarnya wanita suka bercumbu hanya atas nama cinta jadi langsung aja simak baca dan bayangkan cerita sex abg eh setengah baya kalau yang ini heheheheheheee chekidottt....

Namaku Ade, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, aku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di rumahnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan.

Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini. Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancing-mancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergok Tante Linda lagi pas sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang begitu jantungku deg-degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.

Sampai pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis, jadi aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15 cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu Tante Linda masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Linda sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.

"Hayyoo lagi ngapain kamu De?"
"Aah, nggak Tante lagi main komputer", jawabku sekenanya.
Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.
"Ada apa sih Tante?" tanyaku.
"Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan."
"Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan", jawabku.
"Tapi jangan lama-lama yah", kata Tante Linda lagi.
Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuurr.

Melihat film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu Tante Linda memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa apa-apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku.

"Lagi ngapain sih kamu De?"
"Ah nggak Tante.."
Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.
"Kamu terangsang yah De, lihat film ini?"
"Ah nggak Tante biasa aja", jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.

"Menurut kamu Tante seksi nggak De?" tanyanya.
"Wah seksi sekali Tante", kataku.
"Seksi mana sama yang di film itu?" tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.
"Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih." kataku.
"Ah masa sih?" tanyanya.
"Iya bener Tante, sumpah.." kataku.

Jarak duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku,
"Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?"
"Mmaauu Tante.." Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Linda.
"Wahh barang kamu gede juga ya De.." katanya.
"Ah Tante bisa aja deh.. Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya.." kataku.
"Ah nakal kamu yah De", jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.
"Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh", kataku.
"Ah yang bener nih?" tanyanya.
"Iya Tante.. ehh, eehh saya boleh pegang itu Tante nggak?" kataku.
"Pegang apa?" tanyanya.
"Pegang itu tuh.." kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.
"Ah boleh aja kalo kamu mau."

Wah kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya, takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.
"Ahh.. arghh enak De.. kamu nakal yah", kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.
"Loh kok dilepas sih De?"
"Ah, takut Tante marah", kataku.
"Ooohh nggak sayang.. kemari deh."

Tanganku digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku pun semakin berani meremas-remas buah dadanya. "Aaarrhh.. sshh", rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba mencium Tante Linda, sungguh diluar dugaanku, Tante Linda menyambut ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. "Ahh kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama Tante yah.. ahh.. arhh."
"Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?" tanyaku.
"Oohh silakan sayang", lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. "Aahh.. arghh.." lagi-lagi Tante mengerang-erang keenakan. "Teruss.. teruss sayang.. ahh enak sekali.." lama aku menjilati buah dada Tante Linda, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya.

Lalu sekilas kulihat tangan Tante Linda sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti. "Aahh buka saja sayang.. jangan malu-malu.. ahh.." nafas Tante Linda terengah-engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante Linda sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh dengan rambut. Lalu dengan pelan-pelan kumasukan jari tengahku untuk menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. "Aahrrh.. sshh.. enak De.. enak sekali", jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu, lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun naik sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya sendiri. "Aahh.. sshh come on baby.. give me more, give me more.. ohh", dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang semakin lama semakin basah.

Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme. Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan sekali lalu seketika dia menjerit, "Oohh aahh.. Tante sudah keluar sayang.. ahh", sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik tubuhku ke atas sofa. "Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama tidak sepuas ini loh.." sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Linda. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di elus-elus oleh Tante Linda dan aku pun masih memilin-milin puting Tante yang sudah semakin keras itu. "Aahh.." desahnya sambil terus mencumbu bibirku. "Sekarang giliran Tante sayang.. Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh Tante ini.

Tangan Tante Linda segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis enak juga diremas-remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku juga nggak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Linda karena bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok. "Aahh.. shh,", rupanya Tante Linda mulai terangsang kembali ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah pentilnya yang sudah tegang itu, seakan-akan seperti orang kelaparan kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda menjadi semakin blingsatan.
"Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?"
"Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang.."
"Aahh kamu emang pandai muji orang De.."

Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. "Wahh batang kemaluanmu besar sekali De.. nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule", Tante Linda memuji-muji batang kemaluanku.

Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya service yang diberikan Tante Linda malam itu. Lalu dia mulai membuka mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Aku pun nggak mau kalah, sambil mengelus-elus rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya yang montok sehingga Tante Linda bergelinjang menahan kenikmatan. Selang beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran-desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.
"Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu."
"Iiiya Tante", kataku.

Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante Linda tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke bibir kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda lagi-lagi menjerit keenakan, "Aahh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan tanggung-tanggung masukinnya.." lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Linda ini sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar sekali itu. "Aahh.. shh.. aoh.. oohh pelan-pelan sayang.. terus-terus.. ahh", aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya.

Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang. "Aahh argghh.. rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Linda menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. "Uuaahh.." sementara itu aku terus menjilati puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. "Ooohh shh sayang.. enak sekali oohh yess.. oohh good.. ooh yes.." mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini, "Aahh.. cepat sayang Tante mau keluar ahh", tubuh Tante Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupayanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang lagi merojok-rojok lubang kemaluan Tante Linda. "Aahh.. shhss.. yess", lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.

"Wahh kamu memang bener-bener hebat De.. Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar."
"Iiya Tante.. bentar lagi juga Ade keluar nih.." sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan berdenyut-denyut itu.
"Ahh enak sekali Tante.. ahh.."
"Terusin sayang.. terus.. ahh.. shh", erangan Tante Linda membuatku semakin kuat merojok-rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.
"Aauwh pelan-pelan sayang ahh.. yes.. ahh good."
"Aduh Tante, bentar lagi keluar nih.." kataku.
"Aahh Ade sayang.. keluarin di dalam aja yah sayang.. ahh.. Tante mau ngerasin.. ahh.. shh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang.."
"Iiiyyaa.. Tante.." lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya.
"Aahh.. ohh ahh.. sshh.. Tante Ade mau keluar nih.. ahh", lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan pantatnya. "Ah Tante juga mau keluar lagi ahh.. shh.." lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. "Seerr.. serr.. crot.. crot.." "Aahh enak sekali Tante.. ahh harder.. harder.. ahh Tante.." Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. "Ah kamu ternyata seorang jagoan De.." Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda.

Setelah kejadian ini kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno yang banyak beredar di sana. Sekian, semoga ceritaku ini bisa jadi bahan bagi anda yang suka bersenggama dengan tante-tante.

TAMAT

Udah puas belum brooo jika masih kurang ubek ubek aja cerita sex maupun cerita dewasa lainnya di kategori cerita dewasa hanya di berita terbaru loh okay sampai jumpa lagi lagi jangan lupa kunjungi terus blog ini ya salam asololee...

Minggu, 11 Maret 2012

Cerita sex khusus 17 tahun keatas

Cerita sex - Bagi ente yaang masuk sini dan belum cukup umur, disarankan untuk menunda membaca cerita ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perbuatan yang gak2 dari mereka yang cepat ngeres kalo baca cerita dewasa seperti ini.

Membaca cerita panas untuk dewasa memang memiliki sensasi tersendiri, dimana cerita ini bisa membuat sensasi tersendiri dan menyebabkan bulu kuduk anda merinding. Terlebih bila yang membaca cerita dengan meresapi, pasti bakalan betah seharian membacanya,.. hehehehe...

Nah, langsung aja nich saya kasih cerita sex dewasa yang paling muanteb, dan buat kamu yang udah gak sabaran silahkan disimak aja....

Cerita sex 01 : PALING HEBAT

Dua anak kecil bertengkar mengenai ayah siapa yang lebih hebat.

Anaknya Irsan: “Papaku lebih hebat daripada papamu”

Anaknya Jimmy: “Kalo gitu, mamaku lebih hebat daripada mamamu”

Anaknya Irsan mengingat-ingat: “rasanya kamu benar, papaku selalu bilang begitu.”

Cerita sex 02 : Masih Perawan di Malam Pertama

usianya masih muda sekitar 18 tahunan tetapi telah jatuh cinta pada seorang nenek berumur sekitar 50 tahunan yang bernama Ijah. Karena Usman sudah bekerja, maka Usman ingin menikahi Ijah.

Setelah menikah, Usman ingin menikmati malam pertama bersama Ijah. Setelah berjuang dengan susah payah, akhirnya Usman berhasil menembus sela-sela pahanya si Ijah dan memasukan burungnya ke liang si Ijah. Dengan bangga Usman memuji Ijah :

"Wahhh hebat benar Ijah, masih perawan !!!"
Dengan kalemnya Ijah menjawab :

"Maaf Mas, tadi bukan perawan saya yang sampeyan tembus, tetapi celana dalam saya yang belum sempat saya buka"

Cerita sex 03 : Tarif permalam

Preman: "Dik berpapa tarif sekali masuk??"
Pelacur:"Sekali masuk 2500 bang"
Preman : "Ok deh loe gue booking"

Setelah mereka masuk kamar dan bermain-main. Preman memasukkan barangnya cuma 2 kali lalu tak dicabutnya.

Pelacur : "Bang cepetan donk... kok diem aja sich?"
Preman : "Uang ku cuman 5000 dik, jadi hanya bisa 2 kali masuk"
Pelacur : "??????????"

Cerita sex 04 : 7 Malam 7 Detik

Dua orang ibu rumah tangga sedang asik membicarakan tentang KEHEBATAN suami mereka di atas ranjang:

Ibu 1: "Suamiku hebat banget lho jeng,dia itu bisa main di atas ranjang selama 3 MALAM 3 JAM...wah..,sampe capek aku!"
Ibu 2: "Aahh... itu sich belum seberapa jeng, biarpun suamiku buta tapi dia bisa main selama 7 MALAM 7 DETIK lho! "
Ibu 1: "ah,Yang bener bu?"
Ibu 2: "Iya,benerrr...dia nyari lobangnya 7 malam,tapi mainnya cuma 7 detik..."
Ibu 1: "hah...!!!!!"

Cerita sex 05 : MAKAN MALAM

Ada sepasang pengantin baru yang lagi mesra-mesranya. Suatu pagi sang suami hendak berangkat kekantornya.

Suami : Ma, aku pergi dulu!

Istri : Nggak sarapan dulu?

Suami : Nggak, aku belum lapar!

Lalu sang suami mencium bibir istrinya dengan mesra sambil berkata “ini makan pagiku!”, sang istri pun tersenyum. Karena ada sesuatu yang tertinggal, pada siang harinya sang suami balik kerumah dan bertemu istrinya lagi.

Istri : Ada apa mas koq balik kerumah?

Suami : Ada sesuatu yang tertinggal!

Istri : Nggak makan siang dulu?

Suami : Nggak, aku masih belum lapar!

Lalu dengan mesranya sang suami menghampiri istrinya dan menciumi “(.)(.)-nya” (breast) sambil berkata “ini makan siangku!” sang istri pun senang campur bahagia. Ketika sore hari menjelang malam sang suami pun pulang kerumah, dengan kagetnya ia melihat tingkah laku sang istri, lalu bertanya.

Suami : “Sedang apa kamu!?”, karena ia melihat istrinya sedang duduk diatas rice cooker yang hidup dan panas tanpa celana dalam. Dengan ungkapan yang senang sang istri menjawab.

Istri : Ngangetin makan malam, mas! ………..

Cerita sex 06 : Gara-Gara Viagra

Seorang wanita setengah baya, mengunjungi dokter, "Dok," katanya, "anunya suami saya payah, tidak bisa 'ereksi' sama sekali." Dokter balik bertanya, "Sudahkah anda mencoba 'Viagra'?

"Oh..belum, pasalnya suami saya melolak dan ia bilang ia tidak usah minum apapun masih bisa, tapi, Dok, saya benar-benar membutuhkan yang satu itu", kata wanita itu.

"Baiklah, kalau begitu saya berikan anda sebotol pil ini. Agar suami anda tidak tahu, masukan satu pil ini pada kopi atau makanan, pada saat makan, dan tunggu saja, apa yang terjadi." kata dokter. Beberapa hari berselang, wanita itu datang lagi dan berteriak.

"Dok, saya kembalikan barang berbahaya ini." katanya sambil melemparkan botol Viagra.

"Loh... kenapa? saya pikir ini yang anda butuhkan." kata dokter.

"Yah... tentu saja saya membutuhkan hubungan intim, tetapi, pil ini sudah saya letakkan dikopinya, setelah diminum 15 menit kemudian, ia langsung menelantangkan saya dimeja makan, lalu melepaskan pakaianku dan memcumbuiku berkali-kali."

"Nah, kalau begitu kan bagus. " timpal dokter.

"Apa yang salah?"

"Masalahnya piring, gelas dan makanan yang diatas meja semuanya berterbangan hingga pecah, petugas restoran menahan kami, dan menyerah kami pada yang berwajib"

Cerita sex 07 : BROLAN 2 Wanita bertetangga

Nita : "apa kamu suka perhatikan wajah suamimu waktu kamu lagi ML?"
Susi : "iya, pernah... waktu itu dia keliatan marah banget !! "
Nita : "lho.. emang knapa kok dia bisa marah ??"
Susi : "soalnya dia ngeliatnya dari jendela!!!!!!!!"

Nah, bagaimana cerita diatas ? apakah cukup seru dan mendebarkan ?.. kalau tidak puas dengan ceritanya silahkan bawa juga cerita tante girang, dan tunggu update cerita sex disini selanjutnya.

Banner 480 bawah




Your Clicks! Your Earning!