KELAKUAN Kuwat, 30, sungguh bagaikan pepatah "dikasih hati minta jantung". Bagaimana tidak? Sudah utangnya dijadwal ulang, eh masih juga minta "goyang". Diah, 23, yang terlena melayani saja. Padahal setelah kegadisan tanggal, mahasiswi gebleg ini menyesal tujuh turunan!
Banyak orang mengatakan, perempuan itu makhluk yang lemah. Tak hanya lemah secara phisik, tapi juga jiwanya. Dalam soal asmara misalnya, jika sudah terkena titik-titik lemahnya, biar tadinya ogah akhirnya pun juga mendesah …. ah ah. Bahkan ada yang bilang, tadinya mengancam mau panggil Hansip, akhirnya malah meracau: sip, sip, siiiip!
Salah satunya wanita lemah itu adalah Diah, putri seorang pengusaha di Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun (Sumut). Ketika seorang karyawan ayahnya, Kuwat, dipecat oleh sang ayah, dia menjadi iba luar biasa. Dipinjami sejumlah uang. Eh, Kuwat bukannya bayar tepat waktu, malah marayu-rayu mengajak bersetubuh bak suami istri. Nah, dalam kondisi terpegang titik lemahnya, Diah pasrah dan mlumah, padahal……………
Kuwat adalah karyawan perusahaan milik ayah Diah. Entah kesalahan apa, dia lalu dipecat dari pekerjaannya. Otomatis ekonomi sehari-hari jadi kacau balau. Dalam kondisi seperti itu Kuwat lalu minta tolong pada Diah agar dipinjami uang untuk nyambung umur sampai dapat pekerjaan yang baru. "Nanti akan saya kembalikan secara mencicil, Neng…." begitu kata Kuwat.
Meski bukan Menteri Sosial, Diah ini memang gadis yang berjiwa sosial. Dia sangat iba dengan penderitaan Kuwat yang biasanya juga suka antar jemput dirinya pakai mobil. Akhirnya dipinjamilah bekas karyawan sang ayah itu pinjaman sebesar Rp 3 juta. Karena pekerjaan Kuwat sekarang hanya serabutan, dia hanya mampu mencicil sampai Rp 2 juta saja. Selebihnya dijawab dengan: entar dan besuk.
Diah sudah berusaha menagih sisa piutangnya itu, tapi Kuwat minta tempo. Bahkan dia mengajak gadis anak majikan itu bertemu di suatu tempat, untuk menjelaskan masalah yang sedang melilit keluarganya. Tanpa curiga sedikitpun Diah segera menemui Kuwat di di lokasi Permandian Bah Silulu, Serapuh Kecamatan Gunung Malela. Di sini keduanya ngobrol berdua, dan untuk kesekian kalinya Diah iba sehingga rela menjadwal ulang kembali utang Kuwat padanya.
Sambil ngobrol tangan Kuwat merangkul Diah bak kakak pada adiknya. Tapi lama-lama tangan lelaki itu mulai nggrathil, menyenggol payudara si gadis segala. Sentuhan itu rupanya membuah Diah terangsang, sehingga meskipun tangan Kuwat selanjutnya menjalar ke mana-mana, dia tak mampu menolak, bahkan mendesah. Akhirnya, dalam kondisi pasrah Diah benar-benar disetubuhi Kuwat bak istri sendiri.
Setelah ada bercah merah di karpet, Diah baru sadar dan memaki-maki Kuwat. Dia menuntut agar kegadisannya dikembalikan seperti semula, lewat sebuah operasi. Keduanya pun bikin perjanjian di atas meterai, di mana biaya operasi sebesar Rp 13 juta akan dibayar Kuwat paling lambat 13 Agustus, karena dana itu akan segera digunakan untuk operasi kegadisan.
Namun ternyata, sampai jatuh tempo Kuwat tak menepati janji, bahkan ngilang-ngilang melulu. Akhirnya Diah melaporkan kasus ini ke Polres Simalungun. Dia minta Kuwat segera ditangkap dan dipenjarakan. Kepada polisi dia juga minta agar kasus ini jangan sampai tercium wartawan, karena jika sampai masuk koran, ayahnya pasti bakal marah besar.
Wah, sudah kadung masuk Nah ini dia, Mbak!