Banner 480

Tampilkan postingan dengan label tatalaksana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tatalaksana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2011

Alergi Apel??? Adakah???

Ya, alergi apel memang ada... Pada dasarnya, setiap makanan menimbulkan reaksi setelah dicerna di dalam tubuh, baik reaksi pengolahan menjadi zat-zat yang berguna bagi tubuh, hingga reaksi penolakan, yang biasa khalayak menyebutnya alergi.

Pada artikel kali ini, saya akan berbicara soal alergi salah satu jenis buah yakni alergi apel. Sepertinya memang jarang didengar alergi ini, tetapi alergi ini memang ada.

Alergi apel merupakan salah satu bentuk dari sindroma alergi oral (Oral Allergy Syndrome/OAS). Bila seseorang mengalami rasa tidak enak, gatal, bengkak di sekujur bibir, lidah, dan tenggorokan setelah memakan sebuah apel, maka anda mungkin seorang yang alergi apel.

Gejala alergi semacam itu seringkali terjadi setelah seseorang memakan apel yang agak mentah. Disinyalir, di dalam apel mentah terdapat sejenis protein yang bereaksi terhadap mukosa (dinding-dindig) bibir, mulut, gusi, dan atau tenggorokan.

Berdasarkan penelitian, 50-80% penderita alergi terhadap apel terkena alergi setelah makan apel mentah. Selain itu, jumlah penderita kian meningkat ketika apel sedang marak diperjual belikan. Namun, data tentang hal ini tidak bisa kita dapatkan di Indonesia, mungkin karena belum ada penelitian yang terlalu spesifik seperti ini.

Dari data-data yang ada, peneliti mencoba mencari bagaimana tatalaksana dari alergi ini. Belakangan diketahui gejala-gejala gatal di mulut dapat dihilangkan dengan salah satu antihistamin (antigatal) seperti benadryl. Terapi lebih jauh ialah dengan imunoterapi yang cukup direkomendasikan apabila tingkat keparahan alergi sangat tinggi (seperti adanya gejala-gejala gastrointestinal seperti diare dan muntah0muntah). Selain itu, untuk pasien-pasien dengan tingkat keparahan alergi tinggi, pengobatan dengan epinefrin auto-injektor (EpiPen) tidak jarang diberikan.

Namun, cara yang lebih mudah ketimbang terapi-terapi yang telah disebutkan ialah dengan mencegah memakan apel. Dengan demikian alergi apel tidak terjadi. Meskipun cara ini oleh sebagian kecil penyuka apel sulit, tetap saja cara pencegahan inilah yang lebih ampuh mengurangi kejadian alergi terhadap apel.

Setiap keluhan alergi, baik setelah makan apel, atau buah-buah lain, harus segera dilaporkan ke tenaga medis yang berkompeten seperti dokter.
Terima Kasih Berkenan Membaca, Klik Banner Di Bawah Untuk Men-Donasi Blog Ini....

Senin, 04 Juli 2011

Jamu Untuk Mengatasi Depresi???

Mungkinkah suatu dedaunan yang biasa saja menjadi obat untuk depresi? Dedaunan itu diracik dalam bentuk serbuk jamu, disebut jamu St.John atau Hypericum perforatum, telah digunakan berabad-abad untuk membantu menyembuhkan luka. Sekarang, orang menggunakannya untuk mengatasi depresi. Jamu ini merupakan jamu yang terkenal di Jerman, di mana versi dengan kekuatan tinggi dari dedaunan itu menjadi paling banyak digunakan sebagai antidepresan di pasaran, mengalahkan penjualan Prozac, kompetitor terdekatnya, dengan margin 4 banding 1.


Suatu penelitian awal dengan skala kecil di Eropa memberikan dukungan awal pada manfaat dari jamu St.John, dengan sedikit efek samping yang dilaporkan, dalam mengobati depresi tingkat ringan sampai sedang. Dedaunan ini tampak meningkatkan tingkat serotonin dalam otak dengan mengintervensi penyerapannya kembali, mekanisme yang sama yang dipercaya sebagai manfaat dari obat lain yakni Prozac. Meski orang yang mencari bantuan untuk depresi dapat tertarik dengan ide menggunakan produk alami seperti jamu St.John, penelitian yang lebih jelas tetap diperlukan untuk meneguhkan keamanan dan efektivitasnya. Harapan menurun dengan hasil dari penelitian tahun 2001 yang menunjukkan bahwa jamu St.John bekerja tidak lebih baik daripada suatu plasebo dalam hal mengatasi depresi mayor. Apakah jamu ini membantu atau tidak dalam menyembuhkan bentuk yang lebih ringan dari depresi masih belum dipastikan.
Terima Kasih Berkenan Membaca, Klik Banner Di Bawah Untuk Men-Donasi Blog Ini....

Selasa, 21 Juni 2011

Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Berbagai Penyakit

Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Acute Cholecystisis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Amoebic Liver Abcess
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Apendisitis Akut
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Appendicular Abcess
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Colitis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Dehydration
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Divertikulitis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Duodenal Ulcer
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Enteritis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Fatty Liver
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Food Alergy
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Food Intolerance
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Gastritis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Gastroentritis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Gastroentritis Dengan Dehidrasi
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Gastroesophageal Reflux
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Glomerulonefritis Akut
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Glomerulonefritis Kronis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Hemorrhoid
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Hepatitis A
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Ileus
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Irritable Bowel Syndrome
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Malabsorption
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Necrotizing Enterocolitis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Peritonitis TB
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Procitis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Prolapsus Ani
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Renal Colic
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Salpingitis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Uncomplicated Hepatitis B
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Uncomplicated Pyelonephritis
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Urinary Stone Disease
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Urinary Tract Infection
Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Worms

Minggu, 15 Mei 2011

Cara-Cara Mencegah Stroke

Poin-poin yang diperlukan untuk mencegah terjadinya stroke adalah sebagai berikut:
  • Cegah makan makanan berlemak. Makanlah makanan yang rendah lemak.
  • Hindari meminum alkohol, apalagi lebih dari 1 atau 2 botol per hari.
  • Latihan secara rutin: 30 menit per hari jika Anda tidak kelebihan berat badan, 60-90 menit perhari apabila Anda kelebihan berat badan.
  • Jangan/kurangi merokok.
  • Kontrol gula darah Anda minimal 2 kali dalam setahun, terutama apabila di keluarga Anda ada riwayat tekanan darah tinggi. Lebih sering kontrol lebih direkomendasikan.
  • Kontrol kadar lemak tubuh (kolesterol, LDL, HDL, trigliserid) minimal setiap 5 tahun.


Selasa, 03 Mei 2011

Tipe Darah yang Tidak Lazim, Keperluan Medesak Untuk Transfusi Darah

Bank darah (Palang Merah Indonesia, misalnya) mungkin tidak memiliki cukup darah AB-negatif, AB-positif, B-negatif, dan sebagainya untuk mencukupi kebutuhan pasien trauma yang sedang kehilangan darah. Pada keadaan ini, dokter mungkin harus menggunakan darah yang tidak sesuai dengan tipe darah penderita. Berikut ini merupakan suatu petunjuk:

Pasien AB-negatif
Lebih baik dipilih darah O-negatif. Darah AB-positif atau O-positif dapat digunakan bila ada waktu untuk menyelesaikan uji silang untuk menyingkirkan kemungkinan sensitivitas Rh sebelumnya akibat transfusi yang diperlukan sebelumnya dengan darah Rh positif. Ingat bahwa sekali darah Rh-positif ditransfusikan kepada seorang penerima Rh-negatif, mungkin terjadi sensitisasi (kemungkinannya lebih kecil pada penderita kanker parah yang mendapat kemoterapi), dan transfusi berikutnya dengan darah Rh-positif harus dihindari.

Penderita AB-positif
Berbagai tipe darah dapat digunakan. O-positif dan A-positif mungkin paling mudah didapat.

Penderita B-negatif
Lebih baik dipilih darah O-negatif. B-positif dan O-positif dapat digunakan dengan memperhatikan hal-hal yang telah dijelaskan sebelumnya.

Minggu, 01 Mei 2011

Hal-Hal Pada Penyakit Ginjal Kronik Berkaitan Dengan Diet yang Akan Diberikan

Uremia
Penderita penyakit ginjal kronik harus menjaga diet agar tidak kelebihan protein karena protein yang berlebih tidak disimpan dalam tubuh tapi dipecah menjadi urea dan substansi nitrogen lain, yang terutama diekskresikan melalui ginjal. Selain itu makanan tinggi protein yang mengandung ion hidrogen, fosfst, dan sulfat, dan ion anorganik juga diekskresikan melalui ginjal. Oleh karena itu, pemberian diet tinggi protein pada pasien penyakit ginjal kronik akan mengakibatkan penimbunan substansi nitrogen dan ion anorganik lain, dan mengakibatkan gangguan klinis dan metabolik yang disebut uremia. Dengan demikian, pembatasan asupan protein akan mengakibatkan berkurangnya sindrom uremik.

Hiperfiltrasi glomerulus
Meskipun patofisiologi penyakit ginjal kronis pada mulanya bergantung pada penyakit yang mendasari, tetap saja akhirnya proses yang terjadi kurang lebih sama.
Apapun etiologinya, tetap saja terjadi pengurangan massa ginjal. Massa ginjal yang berkurang akan mengakibatkan nefron yang masih tersisa berkompensasi dengan hipertrofi dalam hal struktur dan hiperaktif dalam hal fungsi. Hiperaktif dari nefron menyebabkan hiperfiltrasi, peningkatan tekanan kapiler, dan hipervaskularisasi pada glomerulus. Namun, upaya kompensasi ini berlangsung singkat, pada akhirnya terjadi maladaptasi berupa sklerosis pada nefron yang terlalu “giat” bekerja. Akibatnya, penurunan fungsi nefron secara progresif terjadi sekalipun penyakit yang mendasari mampu dikendalikan. Pada keadaan dimana fungsi ginjal sudah amat turun (LFG ≤ 60 ml/mnt) sedangkan hiperfiltrasi glomerulus tetap terjadi pada nefron yang masih tersisa, pembatasan asupan protein dianjurkan.

Gangguan metabolisme fosfat dan kalsium
Pada keadaan tertentu yang tentunya tidak diharapkan seperti nilai LFG < 30, pasien telah memperlihatkan gejala dan tanda uremia yang sangat nyata seperti anemia, peningkatan tekanan darah, gangguan metabolisme fosfor dan kalsium, priritus, mual, muntah, dan lain sebagainya. Pada keadaan ini ginjal tidak mampu membuang cukup fosfat dari darah, mengakibatkan level fosfat dalam darah terlalu tinggi (hiperfosfatemia). Hiperfosfatemia dapat menyebabkan hiperparatiroidisme. Tingginya kadar fosfat mengakibatkan hilangnya kalsium pada tulang sehingga tulang menjadi lemah, bahkan mudah patah. Oleh karena itu makanan-makanan yang mengandung banyak fosfor seperti susu, keju, pudding, yogurt, es krim, cola, dan cokelat perlu dibatasi bahkan dihindari. Pembatasan diet rendah fosfat sejalan dengan diet pada pasien penyakit ginjal kronik secara umum yaitu, tinggi kalori, rendah protein, dan rendah garam, karena fosfat sebagian besar terkandung dalam daging dan produk hewan seperti telur dan susu. Pemberian pengikat fosfat dan bahan kalsium memetik (suplementasi vitamin D) juga sering diberlakukan pada penderita untuk keseimbangan fosfor dan kalsium dalam tubuh, serta secara tidak langsung berguna pula untuk mencegah hiperparatiroidisme.

Keterkaitan Penyakit Ginjal Kronik dengan Penyakit Lain
Pada keadaan di mana hipertensi merupakan penyebab penyakit ginjal kronik pada penderita, asupan natrium harus dibatasi. Selain hipertensi, penyulit yang juga perlu mendapatkan perhatian dalam hal terapi diet adalah keadaan malnutrisi. Status gizi kurang masih banyak dialami penderita penyakit ginjal kronik. Penelitian keadaan gizi penderita dengan Tes Kliren Kreatinin (TKK) ≤ 25 ml/mnt yang diberikan terapi konservatif di Poliklinik Ginjal Hipertensi RSCM, dijumpai 50 % dari 14 pasien dengan status gizi kurang. Faktor penyebab gizi kurang antara lain adalah asupan makanan yang kurang sebagai akibat dari tidak nafsu makan, mual dan muntah.

Senin, 11 April 2011

Latihan Fisik Rutin 30 Menit Per Hari

Ada 1440 menit dalam satu hari. Sepanjang waktu itu, setidaknya kita menyisihkan 30 menit untuk berolahraga rutin. Olahraga rutin merupakan salah satu bagian penting untuk menjaga kesehatan karena dengan olahraga rutin kita dapat menghindari berbagai penyakit diabetes, kanker, dan penyakit jantung.


Kebanyakan orang dewasa memerlukan waktu kurang dari 30 menit untuk berolahraga setidaknya lima hari dalam satu minggu (150 menit/minggu). Meskipun waktu yang dibutuhkan untuk berolahraga hanya sedikit, jarang sekali orang melakukan olahraga secara rutin, akibatnya sering kita temukan orang-orang dengan manifestasi kelebihan berat badan seperti buncit, obesitas, atau yang semacamnya. Pada umumnya, mereka dengan kelebihan berat badan, ialah mereka yang lebih banyak input (pemasukan) daripada output (pengeluaran).

Sebenarnya berbagai jenis olahraga mudah dilakukan setiap harinya, seperti jalan santai, bersepeda, angkat beban (barbel) bahkan memotong rumput di pekarangan ataupun mencuci kendaraan juga termasuk berolahraga ringan. Namun, olahraga yang tepat ialah pilihan setiap orang, tidak ada jenis olahraga yang harus dilakukan oleh seseorang, kecuali bila olahraga itu tepat bagi orang tersebut. Apapun olahraganya, harus disesuaikan dengan energi yang kita asup setiap harinya. Apabila makanan yang kita asup mengandung banyak lemak dan gula, olahraga yang disarankan adalah olahraga yang cukup menguras energi. Sebaliknya, bila makanan yang kita asup sedikit mengandung lemak dan gula, olahraga ringan secara rutin sudah cukup untuk menambah kebugaran.

Ingat, kata kuncinya adalah rutin berolahraga (30 menit/hari sudah cukup) dan kendalikan asupan makanan (makan dalam porsi yang kenyang tapi tidak kekenyangan).

Jumat, 01 April 2011

Lima Usaha Jantung Sehat

Penyakit jantung sebenarnya dapat dihindari sejak dini, antara lain dengan melakukan S E H A T, yaitu sebagai beikut:

Seimbang Gizi
Makan sesuai kebutuhan, pilih makanan sehat yang "menyayangi" jantung seperti sayur, buah, ikan, tempe, serta berbagai sumber makanan dengan kandungan lemak baik untuk mengontrol kolesterol. Omega 3 dan 6 adalah lemak baik yang berguna dan diperlukan tubuh.



Enyahkan Rokok
Rokok mengandung nikotin dan karbon monoksida penyebab gangguan jantung dan pembuluh darah. Asap rokok juga membahayakan mereka yang ikut menghisapnya.


Hindari Stres
Stres ikut memicu peningkatan denyut jantung. Usahakan selalu sabar, berpikir jernih dan positif.



Awasi Tekanan Darah
Usahakanlah memeriksa tekanan darah secara teratur ke dokter atau puskesmas.



Teratur Berolahraga
Olahraga di bawah pengawasan membantu melatih jantung dan meningkatkan kebugaran tubuh serta kelenturan otot.



Sumber: ASKES

Minggu, 13 Maret 2011

Tujuh Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Di saat berbagai jenis penyakit jantung "membunuh" banyak orang di negara maju dan berkembang, ternyata ada banyak cara yang dapat kita terapkan untuk menjaga atau mencegah penyakit jantung itu menjangkiti kita.
    Para ilmuan, akhir-akhir ini telah menemukan berbagai faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya penyakit jantung. Satu hal penting yang harus kita pelajari adalah bahwa masing-masing dari kita (perilaku kita) memiliki keterkaitan yang signifikan atas sebagian besar dari faktor-faktor risiko tersebut. Oleh karena itu, dengan mengendalikan perilaku kita yang menjurus pada kerusakan jantung, kita dapat mencegah bahkan mengurangi angka kejadian penyakit jantung yang mematikan ini. Bahkan seseorang yang mempunyai kecnderungan secara genetik pun dapat memanfaatkan perubahan perilaku (pola hidup sehat) untuk mencegah terjadinya penyakit jantung yang tidak diharapkan olehnya.
    1. Me-manage pola makan (diet) dan berat badan. Satu bentuk pola makan yang buruk seperti makan di malam hari, makan terlalu banyak, makan tanpa sayuran, dll, dapat mengakibatkan terjadinya obesitas (kegemukan). Obesitas dapat merusak sistem vaskuler (pembuluh darah), sehingga secara tidak langsung menyebabkan kerusakan pada jantung kita.
    2. Membiasakan olah raga ringan yang berfrekuensi teratur. Kehidupan yang monoton tanpa gerak menyebabkan metabolisme tidak dilatih untuk berproses. Jarangnya seseorang bergerak menyebabkan penumpukan kolesterol dan kadar gula darah akibat gangguan (tidak lancarnya) metabolisme yang berlangsung. Latihan yang ringan (berat tidak disarankan) dapat membantu kelancaran proses metabolisme, apalagi bila latihan tersebut frekuensinya teratur dan konstan, tidak mendadak dan kebetulan. Kita dengan mudah dapat berjalan santai di pagi hari, atau jogging ringan bersama rekan kita, itu sudah cukup.
    3. Tidak merokok. Dari semua hal yang membahayakan jantung, merokok adalah yang paling membahayakan. Nikotin, salah satu zat yang adiksi yang membahayakan jantung, terkandung di dalam rokok. Merokok tidak hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, tetapi juga penyakit-penyakit lain seperti kanker paru, serta penuaan dini.
    4. Me-manage tingkat kolesterol. Lemak darah seperti kolesterol dan trigliserid ialah determinan yang penting terkait penyakit jantung. Terlalu banyaknya kolesterol dan trigliserifd yang terkandung dalam tubuh, dapat menyebabkan sempitnya pembuluh darah, yang berakibat pada kerusakan sistemik, termasuk jantung. Cara mengatur tingkat kolesterol kita ialah dengan mengatur pola makan yang baik, misalnya: makan-makanan berlemak dalam jumlah yang memadai saja, jangan terlalu banyak: tiga kali sehari sudah terlalu banyak. 
    5. Me-manage tekanan darah. Khususnya buat seseorang yang telah mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi), mengontrol tekanan darah ialah cara yang efektif untuk mencegah terjadinya stroke dan serangan jantung. Mengurangi makan-makanan berlemak adalah salah satu cara yang efektif.
    6. Me-manage stres. Para ilmuan juga telah mengutarakan bahwa stres menyebabkan irama jantung tidak normal. Apabila stres berlangsung secara kronis (berkepanjangan), maka akan menyebabkan makin besarnya risiko terkena penyakit jantung, bahkan dapat juga menyebabkan makin parahnya penyakit jantung yang telah dialami.
    7. Me-manage kadar gula darah. Resistensi insulin akibat obesitas (karena terlalu banyak makan), dapat terwujud sebagai sindroma atau kumpulan gejala diabetik. Hal ini menyebabkan tingginya kadar gula darah dan meningkatnya masalah-masalah metabolik yang meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit jantung.

    Senin, 07 Maret 2011

    Nutrien-Nutrien yang Berperan Untuk Kesehatan Mata


    Lutein
    Lutein adalah salah satu dari > 600 keratinoid alami yang diketahui. Lutein dapat ditemukan di area yang terfokus pada makula (suatu area pada retina yang bertanggung jawab untuk sentral penglihatan). Lutein membantu melindungi mata dari stres oksidatif dan cahaya yang berlebihan yang masuk ke mata. Lutein dapat ditemukan pada sayuran hijau seperti bayam dan sawi, serta dapat pula ditemukan pada jagung dan telur. (Rekomendasi 10 mg/hari)

    DHA (Docosahexaenoic Acid and Eicosapentaenoic Acid)
    DHA merupakan asam lemak esensial dan asam lemak tak jenuh yang berperan penting di dalam metabolisme yang menguntungkan tubuh termasuk mata. DHA banyak ditemukan pada ikan tuna dan salmon. (Rekomendasi 500 mg/hari)

    Vitamin C
    Vitamin larut air ini berperan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh normal. Berbagai studi membuktikan bahwa vitamin C mengurangi risiko katarak dan menunda waktu degenerasi (penyusutan) makula pada retina. Vitamin C mudah diperoleh melalui berbagai jenis jeruk. (Rekomendasi 500 mg/hari)

    Vitamin E
    Vitamin E merupakan nama kolektif dari delapan vitamin larut lemak yang masing-masing memiliki elemen antioksidan di dalamnya. Beberapa studi menyebutkan bahwa vitamin E dapat mencegah katarak dan dapat mencegah penyusutan makula pada retina. Vitamin E dapat diperoleh dari kacang-kacangan dan umbi-umbian. (Rekomendasi 400 mg/hari)

    Tembaga
    Tembaga berfungsi sebagai antioksidan pada tubuh termasuk mata. Tembaga dapat ditemukan pada kacang-kacangan, biji bunga matahari, dan hati hewan. (Rekomendasi 2 mg/hari)

    Seng
    Seng adalah mineral esensial yang ditemukan pada hampir seluruh sel tubuh. Seng berfungsi sebagai nutrien sistem imun, proses penyembuhan luka, serta menjaga persepsi rasa dan bau. Seng dapat diperoleh dari makanan laut seperti kerang-kerangan, serta ditemukan pula pada daging merah (daging unggas), sereal, dan kacang-kacangan yang dipanggang. (Rekomendasi 40-80 mg/hari)

    Jumat, 04 Maret 2011

    Jenis Penanganan Bedah Mayor Emergensi dan Non-Emergensi

    Eksisi
    Bedah eksisi adalah salah satu prosedur tindakan bedah yaitu membuang jaringan dengan cara memotong.
    Contoh:
    • Appendektomi terbuka
    • Appendektomi laparoskopik
    • Kolesistektomi terbuka
    • Kolesistektomi laparoskopik
    • Gastrektomi
    • Hemikolektomi
    • Hemoroidektomi
    • Splenektomi
    • Fistulektomi
    • Pankreatektomi : prosedur Whipple
    Tindakan eksisi untuk mencapai jaringan atau organ tertentu diakhiri dengan “otomi”.
    Contoh:
    • Laparotomi
    • Torako-laparotomi
    • Herniotomi
    • Bypass enterotomi
    • Fistulotomi (Fisura ani)
    Stoma
    Stoma adalah lubang pada bagian tertentu yang dibuat dengan tindakan operasi, bisa bersifat permanen ataupun semi-permanen.
    Contoh prosedur:
    • Gastroenterostomi
    • Gastrostomi
    • Ileostomi
    • Kolostomi
    • Sigmoidostomi
    Prosedur Invasif Minimal
    Prosedur invasif minimal adalah semua tindakan bedah yang tidak membutuhkan sayatan lebar dalam melakukan eksplorasinya tetapi memerlukan alat bantu kamera, monitor dan instrumen-instrumen khusus.
    Contoh:
    • Appendektomi laparoskopik
    • Kolesistektomi laparoskopik
    • Laparoskopik diagnostik (darurat)
    • Rektoskopi / Anoskopi
    Reseksi
    Reseksi adalah pembuangan sebagian organ atau struktur tubuh lain dengan tindakan bedah.
    Contoh:
    • Reseksi esofagus
    • Reseksi hepar
    • Reseksi dan anastomosis usus
    • Reseksi Anterior sigmoid

    Jumat, 25 Februari 2011

    Tujuh Makanan Alami Pembasmi Sel Kanker Payudara

    Dari sejumlah hasil penelitian, banyak ditemukan makanan alami yang mengandung antioksidan dan antiradang yang berfungsi untuk mengatasi radikal bebas yang hinggap di dalam tubuh. Makanan-makanan yang dimaksud tentunya didominasi oleh makanan-makanan alami (tanpa diolah). Salah satu fungsi dari makanan-makanan antiradang/antioksidan tersebut ialah untuk pencegahan bahkan pengobatan kanker.

    Salah satu kanker yang paling ditakuti (terutama oleh perempuan) ialah kanker payudara. Berkaitan dengan kanker payudara, ada tujuh makanan (baik sayur maupun buah) yang disebut-sebut oleh kalangan peneliti sebagai antioksidan/antiradang terbaik, yaitu:

    Pertama. Tomat: Likopen yang terkandung di dalam tomat merupakan antioksidan yang telah terbukti melawan sel kanker payudara, serviks, ovarium, dan prostat. Unsur tomat yang terkandung di dalam saus, kecap saus, ataupun pasta bahkan lebih baik karena konsentrasi kandungannya lebih banyak. (Di Amerika)

    Kedua. Berry: Keluarga berry (blueberry, raspberry, dan blackberry) ialah antioksidan yang mengandung antosianin yang terbukti dapat membunuh sel kanker payudara.

    Ketiga. Teh: Baik teh hijau maupun teh hitam mengandung catechin yang dapat menghambat progresifitas sel kanker payudara.

    Keempat. Bayam hijau: Bayam merupakan salah satu sayuran hijau paling bergizi. Lutein dan vitamin E yang terkandung di dalam bayam hijau diketahui dapat mencegah kanker payudara, kanker hati, kolon, ovarium, dan prostat, serta beberapa jenis kanker lainnya.

    Kelima. Bawang putih: Substansi tertentu di dalam bawang putih dapat melawan sel kanker payudara, lambung, dan esofagus. Untuk memperoleh kandungan antikanker yang optimal, jangan terlalu lama memasak bawang putih.

    Keenam. Apel: Apel mengandung kuersetin yang dapat melawan sel kanker payudara, paru, dan prostat. Sebaiknya makan beserta kulitnya.

    Ketujuh. Labu kuning: Mengandung bera-karoten yang dapat melindungi DNA sel dalam tubuh.

    Untungnya, makanan-makanan tersebut selain berry mudah ditemukan di Indonesia, bahkan dalam jumlah melimpah sekalipun.

    NB: belakangan ini, ditemukan pula zat antioksidan di dalam sirsak, cabe merah, dan paprika.

    Senin, 21 Februari 2011

    Lima "Jangan" Untuk Penderita Ambeien

    Berdasarkan definisi kedokteran, ambeien (hemoroid) diartikan sebagai varises (pelebaran) vena hemoroidalis -sejenis pembuluh darah yang membawa darah dari "bawah" ke jantung- ambeien juga melibatkan inflamasi (peradangan) jaringan lunak dan otot-otot sekitar anus. Intinya, pelebaran pembuluh darah (vena) tersebut menyebabkan pembengkakan pada bibir anus (spinchter ani) yang kadang disertai perdarahan, sehingga gejala yang dialami ialah rasa sakit, susah buang air besar, dan perdarahan ketika buang air besar. Sedangkan gejala ketika tidak sedang buang air besar ialah gatal, sakit (saat duduk), dll.

    Masih banyak lagi yang bisa dijelaskan tentang ambeien ini, seperti jenis, derajat, penyebab, tatalaksana, dan dampak ambeien. Namun, dalam artikel kali ini hanya difokuskan bahasan tentang hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh penderita ambeien, di antaranya adalah:

    Pertama. Jangan menggarut gatal di daerah anus: Memang, ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, apalagi ambeien terkadang menyebabkan rasa gatal yang sangat menyebalkan sehingga menggaruk merupakan cara terbaik untuk meredahkannya. Namun, "menggaruk" dapat menyebabkan inflamasi bertambah parah. Cobalah untuk menahan rasa gatal tanpa menggaruk, serta gunakanlah obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter untuk mengurangi rasa gatal tersebut.

    Kedua. Jangan mengangkat beban berat: Mengangkat beban berat dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraabdominal (tekanan perut) yang berdampak pada terjadinya refleks "mengejan" sehingga mempengaruhi ambeien yang terjadi. Oleh karena itu, mengangkat beban berat (termasuk olahraga berat) tidak disarankan bagi penderita ambeien. Olahraga ringan (seperti jalan santai) diperbolehkan, bahkan dianjurkan.

    Ketiga. Jangan/kurangi makan makanan pedas: Selain tidak begitu membantu sistem digestif (pencernaan) bagi penderita ambeien, makanan pedas juga dapat memperburuk keadaan abeien yang diderita.

    Keempat. Jangan/Tidak disarankan duduk di permukaan yang keras: Duduk ketika di "bagian bawah" anda sedang sakit tentunya akan terasa sangat menyebalkan. Bahkan, beberapa orang membeli bantal khusus untuk orang ambeien -bantalnya seperti donat- yang dapat memungkinkan mereka duduk tanpa menyentuhkan bokong pada alas apapun. Setidaknya dengan hal ini penderita dapat duduk dengan agak nyaman.

    Kelima. Jangan/kurangi merokok dan minum alkohol: Berdasarkan banyak studi, zat kafein dalam rokok dan substansi alkohol dapat memperparah peradangan dan rasa sakit yang dialami. Tampaknya untuk mengurangi merokok dan minum alkohol (bagi perokok dan peminum alkohol) amat sulit, tetapi ini patut dicoba, setidaknya perlahan-lahan.

    Dan... Sekarang... setelah mengetahui tentang informasi ini, semoga siapapun anda dapat me-manage ambeien yang terjadi pada anda...

    Terima kasih...

    Minggu, 20 Februari 2011

    Empat Kelompok Pengobatan Parkinson

    Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif (penurunan kinerja saraf) yang disebabkan oleh turunnya kadar dopamin. Dopamin ialah neurotransmiter (pengantar pesan) yang mengantarkan sinyal dari gangglia basalis (pengolah sinyal/perintah gerak) ke talamus, kemudian dari talamus, langsung diinterpretasikan sebagai gerakan oleh otot-otot gerak.

    Analoginya seperti ini, misalkan dalam sebuah proyek jual beli, gangglia basalis kita anggap sebagai penjual, otak (bagian otak tertentu) sebagai pembeli, dan dopamin sebagai distributor (pengantar barang). Normalnya, ketika pembeli (otak) memesan barang dari penjual (gangglia basalis), penjual akan menyiapkan barang itu, lalu meminta bantuan distributor (dopamin) untuk menyampaikannya kepada pembeli hingga akhirnya pembeli menggunakan barang itu. Dengan kata lain, singkat alurnya begini, pesan dari bagian otak tertentu disampaikan ke gangglia basalis. Pesan diolah oleh gangglia basalis lalu "diberikan" pada dopamin, dopamin memberikan pesan yang telah diolah ke bagian otak tertentu (yang sebelumnya) untuk diterjemahkan dalam bentuk gerakan. Nah, dalam kasus parkinson, dopamin tidak ada sehingga tidak tercipta suatu gerakan yang dikehendaki.

    Gangguan gerakan otot yang sering terjadi adalah tremor (bergetar), rigiditas (seperti otot tegang), bradikinesia (sulit memulai gerakan, langkah pendek dan kaku), ketidakseimbangan postur tubuh (biasanya bungkuk), dan hipomimia (mimik muka berkurang). Selain itu otot untuk menelan, bicara, dan berkedip juga terganggu.

    Oleh karena penyebab utama parkinson ialah sedikitnya kadar dopamin, maka diperlukan pengobatan yang dapat meningkatkan dopamin atau menyeimbangkan kadar dopamin dengan asetilkolin (duh...apa lagi nih... ^^).

    Adapun obat yang dimaksud yaitu:

    Pertama. Antikolinergik(Antasetilkolin): menekan konsentrasi asetilkolin sehingga terbentuk keseimbangan dopamin/asetilkolin. Contoh antikolinergik: antihistamin, benztropin mesilat, triheksifenidil, dan derivat fenotiazin.

    Kedua. Amantadin: memperbaiki sisntesis, pelepasan, dan reuptake dopamin dalam ganglia basalis.

    Ketiga. Levodopa (L-Dopa): pemberian levodopa bersama dengan karbidopa dapat menambah efektifitas levodopa di dalam otak, di mana levodopa diubah menjadi dopamin dalam otak.

    Keempat. Bromokriptin: agonis dopamin yang bertindak sebagai penstimulator reseptor dopamin.

    Tidak satupun dari obat-obat di atas yang menyembuhkan penyakit atau menghentikan perkembangannya, tetapi obat-obat tersebut setidaknya membuat penderita lebih mudah melakukan suatu gerakan dan memperpanjang harapan hidup penderita.

    Ya, cukup sampai di sini dulu tulisan kali ini... semoga bermanfaat.... Terima kasih... :)

    Kamis, 03 Februari 2011

    Berpikirlah Sebelum Berobat

    Akhir-akhir ini, banyak sekali pihak yang membuka tempat-tempat pengobatan. Mulai dari tempat yang seadanya hingga tempat yang teramat mewah. Jasa yang dijual cukup bervariasi, seperti pijat tradisional, teknik senam kebugaran, ataupun penggunaan media modern. Tidak tahu apakah pantas disebut ironis atau tidak, oknum penyelenggara tempat-tempat pengobatan tersebut kebanyakan bukan dari kalangan kesehatan, dalam artian bahwa mereka tidak merintis keilmuan mereka dengan pendidikan yang resmi, sah, dan memadai. Sebagai contoh, ada seorang “tukang urut” yang sangat yakin dirinya pantas dibayar mahal karena keahliannya dalam menyembuhkan hampir seluruh penyakit yang dialami oleh pasien-pasiennya. Hebatnya, sang tukang urut itu hanya memberikan ramuan-ramuan dari tanaman yang belum tentu secara “berbasis bukti” memiliki khasiat klinis.

    Bahkan ada hal yang teramat konyol, seperti menyembuhkan stroke hanya dengan mandi kembang, membunuh sel kanker hanya dengan meminum air yang telah dikirimi doa/jampi, melebarkan pembuluh darah hanya dengan menyentuh batu ajaib, serta mengembalikan penglihatan yang hilang hanya dengan pijat rutin. Hahh, sungguh luar biasa. Itu contoh penyembuhan penyakit, ada pula contoh tentang alat canggih pendiagnosis penyakit. Banyak alat-alat yang dianggap mutakhir, dan dimungkinkan untuk mendiagnosis segala penyakit, hebat bukan. Hebohnya, alat ini mampu mendiagnosis penyakit-penyakit yang sulit didiagnosis oleh kalangan dokter. Hanya dengan meletakkan telapak tangan ke atas screener yang terpasang pada alat, langsung saja segala data terpampang; hasil laboratoris, berat badan ideal, bahkan penyakit/kelainan yang sedang dan akan diderita, sungguh alat yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, bayaran untuk meletakkan telapak tangan ke screener itu sangat menguras gocek, bisa sampai jutaan rupiah. Bersyukurlah bagi kita yang belum pernah menikmati kecanggihan alat tersebut, karena kita belum tertipu.

    Kalau memang demikian adanya tentang alat super canggih tersebut, untuk apa dibuat ribuan fakultas kedokteran di bumi kita ini, toh, segala penyakit gampang didiagnosis dan mudah disembuhkan. Tetapi apakah memang alat-alat canggih seperti itu ada?

    Sekedar tambahan, dalam dunia kedokteran, memang banyak alat-alat yang dipakai untuk mendiagnosis penyakit, seperti elektrokardiogram, elektroensefalogram, CT Scan, MRI, dan sebagainya. Alat-alat tersebut tidak serta merta bisa menampilkan diagnosis secara langsung, tetapi harus didukung oleh pengetahuan seorang ahli, dalam hal ini seorang dokter.

    Deskripsi dalam artikel ini hanya untuk menghimbau agar kita menjadi insan yang realistis dan bertuhan. Segala sesuatu juga harus dikaitkan dengan logika, tetapi dengan tidak melupakan konsep-konsep ketuhanan. Maksudnya, dalam menghadapi masalah-masalah kesehatan, kita seharusnya berkonsultasi pada ahlinya, serta berdikari terhadap doa dan unsur kepasrahan.

    Namun, segala keputusan ada di tangan kita masing-masing, keputusan tentang meyakini atau tidak kebenaran teknik-teknik pengobatan yang menjamur belakangan ini. Namun, sejatinya, apabila kita mempercayai teknik pengobatan yang benar-benar jauh menyimpang dari akal sehat dan konsep ketuhanan, berarti secara tidak langsung kita tidak mempercayai Tuhan, karena itu kita harus berhati-hati pada “kepercayaan” yang tidak sepeleh ini.

    Sekarang, tugas kita ialah meyakini bahwa penyembuh satu-satunya ialah Tuhan kita Yang Maha Esa, agar kita selalu berpikir secara realistis dan menggunakan keyakinan kita akan keberadaan Tuhan Yang menyayangi dan mengasihi kita.

    Banner 480 bawah




    Your Clicks! Your Earning!